Bazar Ramadhan (Bagian 2) Belanja Murah apa jadinya boros???

Bazar Ramadhan identik dengan belanja. Isinya macem2 mulai dari baju keperluan lebaran, makanan untuk buka, kue kering, jilbab, sampe  barang gak penting buat lebaran, kayak sarang semut, alat pel, pisau dan golok.

Habis terima THR. Mungkin moment itu yg dimanfaatkan pedagang. Besarnya orang yg memegang uang cash saat itu setelah menerima THR, membuat mereka gampang ajah ngeluarin duit. Ditambah lagi penjual makanan laris manis. Maklum konsumen disini dlm kondisi lapar, jd  semua makanan yg ditawarkan begitu menggoda.

THR??? emang PNS dpt THR??? oke kita bahas lain waktu dan tempat..hahhahaha

Tapi selain mereka yg konsumtif banyak juga pegawai kemenkes yg memanfaatkan moment bazar untuk berjualan. Banyak banget yg jualan, semua yg jualan kenal, kadang ada rasa gak enak kalo gak beli. Nah itu lagi yg dimanfaatkan mereka untuk meraup  keuntungan. Termasuk gw yg gak enakan dan bingung semua penjual temen gw.

Apakah bazar itu alternatif untuk membeli barang murah? ataukah malah sering terjadinya overlapping shopping?? Kayak beli yg gak butuh, beli krn teman, beli makanan terusnya gak dimakan di rumah. Jadi bazar itu untuk si(apa)???

Yang jelas ya memeriahkan ramadhan, tp kalo jadinya pemborosan ya Allah juga gak suka deh…hehhehehhe…(ngaca)

Bazar Ramadhan 2013 (Bagian 1)

Setiap tahun Kemenkes menghelat bazar Ramadhan. Tujuannya selain untuk memeriahkan Ramadhan juga untuk berbagi.

Bazar Ramadhan kali ini giliran unit ku yang jadi panitia. Selama di kemenkes sudah tahun kedua ini jadi panitia. Tahun 2009 lalu jadi panitia bagian stand. Pusingnya minta ampun. Banyak pedagang dadakan yg belum terdaftar main masuk dan menggelar dagangannya di area bazar. Tahun ini untung cuma bagian sekretariat, cuma email cari sponsor ajah…

Bazar dengan persiapan tidak lebih dari satu minggu ini dibuka oleh ibu menkes bu Nafsiah Mboi. Bazar tahun ini juga spesial karena bazar pertama di Kemenkes yg berlangsung selama 2 hari. Biasanya cuma sehari. Bayangin pusingnya panitia kan… 1 minggu untuk 2 hari bazar.

Mulai dari pemberitahuan, izin, cari sponsor doorprize, area bazar, hiburan, sampai protokoler bu menteri…oh ya gak lupa balon n burung merpati. Saluttt buat semuanya.

Alhamdulillah dapat pujian dari bu Menteri, mengingat minimnya waktu persiapan dan tadi lumayan terlihat rapih.

Acara sosialnya hari ini aku kebagian jaga stand sembako gratis. Tiap unit dapat 10 kupon. Masing2 unit yg menentukan siapa yg berhak, krn mereka yg paling tahu.

Awalnya sembako dimintai bayaran 10 rb, tp karena mungkin pesertanya yg banyak nutupi, jadi bisa kasih gratis deh.

Tapi heran juga kalo ada ibu2 yg kelihatan mampu, tertarik bangt mau beli kupon gratisnya. Itu ada loh, kadang suka sebel ajah. Bukannya ada yang lebih butuh yah…

thats all report bazar

Nonton ini selamam Ramdhan…jadi cermin diri..

Nonton ini selamam Ramdhan...jadi cermin diri..

Ramadhan kali ini udah mulai bosen sama nonton sinetron PPT yang sudah mencapai tahun ke 7. Hebat yah..nyampe tahun segituh, tapi kok bosen juga. Pengen penyegaran.

Nah kali ini ada acara yang bener2 fresh banget namanya Hafidz Indonesia, isinya kayak ajang pencarian bakat gitu deh, yang sekarang lagi ngetren. Tapi kali ini bakatnya subhanallah yaitu menghafal quran. Bikin serunya lagi, usia mereka gak ada yang lebih dari 5 tahun. Hebat nyah…

Salah satu peserta favoritku namanya Adi. Usinya baru 3 tahun, lafal makhrodjnya pun belum jelas terutama pengucapan huruf R…tapi hafalannya…hebat banget. Sesuai dengan usianya, Adi masih suka loncat-loncatan, tereak-tereak di atas panggung. So natural…Sampe nangis kalau lihat dia tampil.

Tontonan kayak gini membuat saya berpikir ya ampun…apa yang gw hafal, boro2 jus 30, oarang kalo sholat ajah suratnya masih itu2 ajah…Jadi terpacu untuk hafalin surat2 yang lebih variatif. Jadi pemicu juga, kalau diberi kesempatan sama Allah untuk memiliki anak, pengennya kayak gituh, tantangan besar mendidik anak bisa jadi seperti itu… Aminnnn….semoga Allah mendengar doaku…

Selain Hafid Indonesia, di Indosiar juga ada Dai remaja, lumayan namanya Aksi Akademi Dakhwah Indonesia…ada komentatornya juga, kayak Mamah Dedeh, Ustad Syubki, dll…keren juga.

Bosen nonton yang gombrang-gombreng lucu2 an gak jelas. Menonton orang2 yg saling mem-bully yang bikin orang ketawa gak jelas…

Yah apapun tontonannya..balik ke selera kali ya…pilih-pilih deh, yang penting buat Ramadhan kali ini tambah bermakna dan seru…enjoy your Rmadhan.

H.O.P.E

Googling2 nemu gambar ni. Dan sepertinya aku suka…H.O.P.E : Have Only Positive Expectation…

Kemarin jadwalnya ke dokter lagi, awalnya kita mau ILS.

ILS itu imunisasi leukosit suami, dimana leukosit alias sel darah putih suami dimasukkan ke tubuh istri. Kenapa??? Menurut penelitian, dari kasus unexplained infertility salah satu penyebabnya adalah tingginya nilai asa (antibodi) istri terhadap sperma suami. ILS dilakukan agar antibodi istri dapat diturunkan perlahan-lahan sehingga tidak menolak sperma suami. Tujuannya apalagi selain keberhasilan terjadinya pembuahan.

Sebelum dilakukan ILS, awalnya ada beberapa pemeriksaan yang harus dijalani. Pertama di cek hormon, terus pra ILS. SEtelah pra ILS kami harus konsul lagi ke dokter. Namannya dokter Anindita, masih dokter umum sih, masih muda juga.

dr. Anindita awalnya menanyakan sejauh mana pengetahuan kami tentang ILS. Karena sebelumnya kami udah googling, ya kami jelaskan sedikit. Dokter pun menganggap kami sudah sedikit paham. Meskipun masih dokter umum, tapi dokter ini baik…banget. Beda sama para seniornya yang sudah spesialist dan pinter2. Udah antri panjang…susye..bnere ngmong panjang kalilebar. Dokter anind pun menjelaskan apa itu iLS, fungsinya, dan menjawab secara pelan-pelan semua pertanyaan yang kami ajukan. Pokoknya sampe 45 menit lah kami konsultas.

dr. Anind memeriksa hasil pra ILS suami dan karena hasilnya bagus menyarankan untuk segera dilakukan ILS. Tapi… saya harus skin test alergi dulu. Meskipun alhamdulillah sampai usia ini merasa tidak alergi apa2. Alergi itugak bisa dianggap enteng, yang paling parah tentu aja syok anafilaktik. Jumat besok jadwalin test alergen, kalau hasilnya bagus, rencananya sabtu pagi langsung ILS. Puasa?? euhm…kalo dari referensi yang saya baca, pemasukan cairan ke dalam tubuh yang tidak bertujuan memberikan nutrisi sih gak batal, kan tujuannya untuk pengobatan…

Oke tunggu ceritaku selanjutnya yah…dan…doakan iktiar kami membuahkan hasil…this is Ramdhan, bulan terbaik. Waktunya kita meminta dan memohon…aminnn

Arini

At the office before Zuhur..

 

 

 

 

 

Idealnya Kerja Nih…

Idealnya Kerja Nih...

PRINSIP KERJA “888” ALA AUSTRALIA
Pada umumnya kita orang Indonesia, sangat terbiasa bekerja hingga larut malam. Karena kita bukan karyawan pabrik yang dituntut mengejar target produksi ataupun bagian marketing yang dituntut mengejar target penjualan, untuk Pegawai Negeri Sipil, biasanya lembur karena tuntutan dari pimpinan, yang pimpinan itu tentunya dapat perintah dari pimpinannya lagi, pimpinannya pimpinan dari pimpinan paling atas..dst (ribet ya-red) Betul tidak?
Tapi agak sedikit heran waktu ada sebuah artikel di majalah intisari pertengahan tahun lalu, yang menurut saya cukup menarik, judulnya : Prinsip Kerja “888” ala Australia, jadi maksudnya dalam 24 jam dalam sehari di pakai 8 jam untuk bekerja, 8 jam untuk rekreasi, dan 8 jam untuk istirahat.
Artikel tersebut ditulis oleh Intan Indira Riauskina yang tengah menempuh pendidikan doctor di University of Melbourne Australia. Awalnya dia juga sempat bingung dengan pola kerja warga di sana. Staf akademik dikampusnya tidak pernah bekerja lembur. Mereka bekerja dari pukul 09.00 sampai 17.00 tidak lebih dan tidak kurang. Rapat pun tidak pernah dijadwalkan di atas pukul 16.00. (ups…)
Bahkan ketika ia mengirim email diatas pukul 17.00 atau di akhir pekan, tidak pernah dibalas sampai hari kerja berikutnya. Meski para pekerja itu tidak menghabiskan sepanjang hari untuk bekerja, para akdemisi di Melbourne tetap bisa menghasilkan karya-karya dengan standar internasional. Bahkan, menurut Nature Publishing, Australia merupakan salah satu negara dengan publikasi internasional terbanyak. University of Melbourne termasuk lima besar universitas di dunia dalam hal karya ilmiah.
Pola kerja seperti itu tidak ditemukannya ketika dia bekerja di sebuah universitas di Indonesia. Ia sering bekerja hingga larut malam, dan sering juga menyelesaikan pekerjaan ketika keluarga sedang berkumpul. Teknologi push e-mail yang memungkinkan e-mail diterima kapan pun dan di mana pun, membuat para pembimbingnya waktu itu dapat membalasnya meski di luar jam kerja. Hal itu pula yang sering terjadi di tempat kerja kita kan? Ini membuat batas yang tidak jelas antara pekerjaan dan waktu beristirahat pada pekerja di Indonesia.
Pukul 17.00 di Melbourne para karyawan mulai keluar kantor dan memenuhi transportasi publik untuk pulang kerumah. Seorang karyawan di perusahaan sekuritas bercerita bahwa di kantornya tidak perah lembur lebih dari pukul 19.00. Sebab mereka ingin menghabiskan waktunya bersama teman dan keluarga.
Kerja Efektif, Kerja Produktif
Jelasnya antara batas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi itu segera mengundang pertanyaan: “apakah kita perlu menghabiskan banyak waktu di kantor bila ternyata produktivitasnya mungkin akan lebih baik bila dilakukan pembatasan jam kerja?” ia menambahkan.
Pembatasan jam kerja mulai diusulkan sejak Revolusi Industri di Inggris pada abad ke-19. Dengan berkembangnya tuntutan untuk mengembangkan industri, para pekerja pabrik-termasuk anak-anak dan wanita-kala itu biasa bekerja hingga 12-15 jam sehari. Para pemilik pabrik dan politisi kemudian memikirkan efek jam kerja terhadap kehidupan pribadi pekerja pabrik, terutama anak-anak. Kemudian Robert Owen, seorang pemilik pabrik dan pemikir mencetuskan ide “8 jam kerja, 8 jam rekreasi, dan 8 jam beristirahat”.
Dari sinilah lahir kebijakan untuk mengurangi jam kerja menjadi 10 jam per hari, termasuk akhirnya diberlakukan juga di Australia. Pada 12 Mei 1856, para pekerja menuntut pengurangan waktu kerja yang kemudian dikenal dengan “888 movement”.
Sampai sekaang, di beberapa gedung perhimpunan pegawai tampak tanda 888 dan terdapat sebuah monumen di Melbourne sebagai simbol peristiwa itu. Dari sinilah lahir etika bekerja yang seperti dimiliki oleh warga Melbourne: “Fokus bekerja dari pukul 9 pagi hingga 5 sore, lalu menikmati istirahat, dan menghabiskan waktu bersama keluarga”. Agaknya etika ini menyenangkan…ehmm boleh di coba nih…(ngarep.com).
Sesuai kultur
Bukan tanpa alasan menetapkan waktu bekerja 8 jam per hari. Beberapa penelitian menunjukkan, bekerja dengan jam yang panjang akan memiliki efek buruk terhadap prestasi kerja. Pun, penelitian tentang kesejahteraan dan jam kerja menunjukkan bahwa semakin lama kerja, semakin menurun produktivitas karyawan. Jam kerja yang panjang berarti berkurangnya waktu istirahat yang akan berpengaruh dalam performa kognisi kita, termasuk performa di dalam pekerjaan.
Dengan membatasi jam kerja, para karyawan dapat melakukan kegiatan-kegiatan rekreasi yang akan mendukung kesehatan mental mereka. Kesehatan mental yang baik tentu akan dapat meningkatkan produktivitas. (Di Kemenkes adanya program senam dan melakukan aktivitas olahraga atau seni sudah cukup memfasilitasi nih.. ayo sukseskan program ini semangat!!!)
Membatasi jam kerja juga berarti mengondisikan pekerja untuk memanfaatkan semua waktunya untuk menyelesaikan pekerjaan tanpa adanya waktu ekstra setelah jam bekerja. Salah satu hambatan dalam produktivitas adalah manajemen waktu. Dan pembatasan waktu kerja dapat membantu mengatasi masalah ini.
Selain soal waktu, juga dilakukan penelitian tentang saat produktif manusia. Atensi manusia lebih bagus pada pagi hari dan akan menurun dengan berjalannya waktu pada hari itu.
Pembatasan waktu kerja ini membuat kita dapat menerapkan: “kapan kita sangat fokus dan kapan kita berhenti-pada saat lelah”. Namun menurut beberapa ahli, di beberapa negara-termasuk Indonesia- hal ini sulit diimplementasikan karena terkait faktor sosiokultural dalam memahami waktu bekerja. Contohnya, kemacetan yang kerap melanda Jakarta.
Pada umumnya pekerja di Jakarta memiliki tempat tinggal di luar kota Jakarta. Mereka tersebar di kota-kota satelit, seperti Bekasi, Tangerang , Depok, bahkan Bogor dan Karawang. Jarak tempuh yang cukup jauh membutuhkan paling tidak 1-2 jam atau lebih di perjalanan menuju kantor, dan menuju rumah. Sehingga tidak mengherankan setiap harinya seorang karyawan biasa menghabiskan waktu 4-6 jam di perjalanan saja. Berangkat ke kantor ketika matahari belum nampak, kembali ke rumah matahari sudah tenggelam. Terus kapan waktunya buat keluarga, alih-alih mencari uang untuk keluarga, malahan uang habis untuk berobat gara-gara sakit.
Intan juga mencoba mengaplikasikan pada dirinya ala kerja “888” tersebut. Begitu sampai di kantor dia segera membuat daftar hal-hal yang akan dilakukannya, serta membuat rincian tugas untuk tiap jamnya dan bertekad menyelesaikan semua pekerjaan pada pukul 17.00.
Ajaib! Ternyata, dia bisa menyelesaikan pekerjaan lebih banyak dibandingkan ketika dia kerja hingga larut malam. Ia pun bias membaca buku atau menonton tv setelah delapan jam bekerja. Dengan membagi waktu secara pasti, dia terhindar dari yang namanya menunda-nunda pekerjaan. Meskipun demikian, masih sulit buat dirinya untuk tidak menyentuh pekerjaan sama sekali setelah bekerja. Dengan mengikuti pola kerja warga Melbourne, ia bisa memenuhi tugas, tetap sehat, dan memiliki pergaulan yang cukup.
Bekerja efektif juga berdampak bagi kesejahteraan seseorang, baik fisik maupun psikis. Prinsip “8 jam bekerja, 8 jam rekreasi, dan 8 jam istirahat” mungkin baik untuk ditiru. Namun apakah ini sesuai dengan kultur Indonesia? Entahlah.
Penelitian terbaru yang dilakukan oleh Dr. Sharon Toker Universitas Tel Aviv di USA menyebutkan bahwa kelebihan kerja berpotensi menimbulkan risiko sakit jantung. Selain itu Dr. Sharon Toker juga menyebutkan kelebihan kerja dapat menimbulkan dampak buruk terhadap emosi, kognitif, dan fisik seseorang.
Buat kita sebagai PNS mungkin dapat sedikit memodifikasi prinsip kerja 888 dengan catatan kita juga harus siap disiplin dan juga merelakan waktu, jika memang sewaktu-waktu dituntut untuk lembur, dengan kata lain loyalitas. Membuat perencanaan di awal juga harus diikuti dengan pelaksanaan yang sesuai waktu, tepat, dan akurat.
Budaya kerja PNS yang dulunya kelihatannya sangat santai seperti tidak ada kerjaan sudah sangat berubah. Saat ini kita dituntut responsif, cepat, dan tanggap untuk melayani masyarakat. Biar maksimal melayani masyarakat, PNS nya juga harus sehat baik fisik dan psikis. Iya kan???
Sumber :
Majalah Intisari edisi Mei 2012
Harian Media Indonesi edisi Jumat 15 Maret 2013.

Pagi-pagi Gak Boleh BETE

kesal

Meskipun lagi kesel2nya di rumah tapi pas masuk kantor seharusnya lupakan. USahakan tampilkan semangat pagi hari.

Apa menariknya coba kalau pagi2 udah ngomel. Hihihi…jelek tauk, lagipula kamu siapa ngomel-ngomelin saya. Emangnya gak bisa ngomong baik-baik. Udah bagus di bantuin jaga nama baik organisasinya.

Kalau dipikir2 ini bukan perbuatan kamu yang pertama kali. Ayo berubah dong itu gak bagus deh sumpah…

Dengan muka yang berkerut di pagi hari whole your day will be in the dark …
Ayo tersenyum di pagi hari, apa salahnya tersenyum, jangan biarkan orang lain melihat kejengkelan kita… HOW to MANAGE your self??

Dengan selalu tersebyum dan memposisikan sebagaimana seharusnya ukan munafik, cuma…loh salah apa mereka pagi2 udah kita bete-in…ya gak…bagi2 aura negatif juga gak bagus loh…alhasil males deh deket2 sama kamu kalau aura negatifnya di maksimalkan setiap hari.

Lets be a positif think friends..

Buku yang baru saya baca 9 summers 10 autumn

image

Sebenernya telat banget baru baca novel ini sekarang, but recomended banget lah.
Sedih… terharu, sampe2 di angkot ajah mu nangis…hiks hikss hiks

Tidak ada yang merubah nasib seseorang kecuaali dirinya sendiri, didukung oleh orang2 tercinta disekitarnya.

Orang terdekat memabg jarang mengatakan I Love U…tapi dengan segala pengorbanan tanpa kata, dengan pengorbanan tanpa lelah mwreka menjadi supporter abadi kita sesungguhnya.

Jika kau lelah, berhentilah sejenak ya hanya keluarga yg bisa menerimamu dan memberikan cintanya tanpa paamrih untuk mu.

Why I Like Korean Drama \\ ^_^ //

Why I Like Korean Drama \\ ^_^ //

HIhihi…baru mau curhat masalah yang satu ini.

Awalnya suka drama korea, waktu itu dipinjamin sama teman, serial yang pertama kali aku tonton judulnya Heart String di perankan oleh Yong Hwa dan Park Shin Hye…

Bercerita seputar dunia mahasiswa, remaja, ringan banget, dan sangat menghibur.

After this ketagihan deh…kenapa bisa ketagihan??? Pasti bingung..ah gak juga, soalnya drama korea emang berpeluang besar membuat orang suka. Jadi pasti banyak jawabannya…yang di image itu drama favorit kuw…

Lanjjut ya besok