KARAKTER

Cerita pagi ini terinspirasi dari membaca Majalah Tempo Edisi Khusus Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden.

Dalam wawancaranya dengan tempo Pak Joko Widodo ditanya : Apakah Sulit mencari mneteri yang sesuai dengan keinginan ? ”

Pak Jokowi pun menjawab : “Sangat susah. Yang pintar banyak sekali, tapi yang punya karakter dan orisinil itu sulit. Sangat sulit ”

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, karakter atau watak adalah sifat batin yang mempengaruhi segenap pikiran, perilaku, budi pekerti, dan tabiat yang dimiliki manusia atau makhluk hidup lainnya.

Nah mungkin itu. Indonesia, dengan jumlah penduduknya yang 240 juta, pasti banyak memiliki orang-orang pintar yang bertitel panjang dan lulusan Universitas ternama bahkan dengan predikat cumm laude mungkin. Meski ada yang mengatakan jika dibandingkan dengan jumlah penduduk yang 240 juta, lulusan doktor atau profesor juga belum banyak sih, dibandingkan negara-negara tetangga.

Tapi ya pasti banyak lah, tapi kenapa yah menurut Pak Jokowi susah mencari orang dengan karakter yang sesuai dengan keingininnya. sebenarnya karakter apa yang dicari Pak Jokowi?? Pertam tentunya yang bersih yah, bersih disini ya belum pernah tersangkut kasus korupsi. Konon kabarnya penundaan pengumuman diakibatkan menunggu hasil laporan KPK terhadap nama2 calon menteri yang diajukan tim transisi.

Kalau dilihat bersih, gampang aja, cari aja yang belum pernah menjabat, orang baru, profesor atau dekan di kampus terus jadiin menteri deh. Oh oh ternyata tidak segampang itu buat Pak Jokowi. Bisa dilihat dong, wamen ESDM, yang katanya dari kampus, dosen, tapi gak kuat juga menahan godaan untuk ketularan ikutan bermain2 alias korupsi.

Okelah lupakan yang jauh2 dari calon menteri ataupun mereka yang sudah menjabat yang dikatakan pintar eh begitu juga, ikut arus. LIhat deh disekeliling gw. Di kantor gw. Itu moso iya sih mereka orang2 bego. Masuk tes CPNS ajah, bersaingnya sama ratusan atau bahkan ribuan orang. Menutup mata sama yang namanya titipan yah… Katanya sih dah gak zaman namanya titip2an. Tapi ya pas masuk, masih aja ada sih, yang anaknya eks pejabat A, B, atau C. Itu diluar kuasa yah. Kalo gw sih alhamdulillah sodara seiman dan sebangsa sama Pak SBY, jadi lolos deh tes CPNS nya …hehehehhe… :))) (lupakan)

Bener banget itu yang Pak Jokowi bilang susah cari orang yang berkarakter, dan gw juga miris. Di kantor gw ye, orang pintar tuh banyak, masih usia muda lah, terus ada beberapa orang yang sudah menduduki jabatan. Tapi kok ya mereka gak punya daya upaya untuk mendobrak yah. Pernah ngobrol sama teman yang sama2 masih jadi staf, begini : Gw : “Mbak, kayaknya lo bentar lagi mau naik deh, jadi pejabat gitu, feeling gw nih… hehehhe” sebut saja temen gw mba Sawi. Mba Sawi : “Ah, gak mau gw, dosanya lebih banyak, tanggungjawab berat terutama sama yang diatas.. ih gw mah gak mau deh. Males.” Gw : “Loh mbak, untuk merubah itu semua kita harus membuat gebrakan, berubah, jangan ikut2 kayak yang lain2.” Mbak Sawi : “Ya Ampun…gak bisa Rin… lo lihat aja tuh bos gw, doi kan dulu staf di Itjen, sekarang??? Gak bisa Rin… justru akan di musushin.” Gw : Bengong. Tak bisa berkata apa2 lagi.

Terus gw lihatin sekitar gw, iya juga sih. Ada mba Timun yang gw pikir bisa idealis, ada mas Lobak yang otaknya pejabat banget, perumus pidato resmi, sambutan, renstra, tapi tidak merubah dalam hal kebijakan atau teknis menjalankan anggaran. Terus ada bu Tomat dengan staf nya mbak Salad yang gw pikir bisa merubah eh, malah ikut ketemuan sama calo hotel. Agghhhhh….gw pusing. Entah siapa yang bisa berteriak disini. Oke gw? Gw belum siapa2 ya, tapi gw sudah agak berani dikit sih menunjukkan sikap gw ke Bos gw langsung. Intinya gw sudah masa bodoh, kalo lo mau nyuruh gw untuk yang aneh2 gw males deh, suruh yang lain ajah, gak dapat juga gak masalah yah…Gw akan mengerjakan yang sekiranya memang begitu kalau yang aneh2 dah ambil sonoh sekalian ama dosanya juga.

Oh yah untuk kali ini gw gak akan bahas detail teknis bagaimana memainkan uang anggaran. Mungkin next kali ye… kan judulnya aja karakter. Dan gw juga mau menyeelsaikan tulisan ini dengan cepat. Enam menit lagi waktunya bekerja. Belajar sedikit mungkin tidak korupsi waktu. Meskipun gw masih suka sesekali korupsi waktu :)) Jangan dicontoh, dan ini karakter yang sangat tidak baik. Hahahahahaha….

See U next… :)))

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s