Another Mellow :)))

Mereka tak mengerti bagaimana hidupmu, bagaimana kesulitanmu, apa saja yang sudah kamu lewati.

Yang mereka mengerti hanya menilaimu saja

Ketika mengeluh, orang-orang akan menilaimu dari keluhan.

Ketika memilih berusaha maka orang-orang akan menilai dari usahamu.

Beberapa bait yang gw baca dari situs pertemanan path, mengusik. Loh kok bisa pas bnaget yah dengan apa yang kurasakan. Sepertinya aku bukan tidak ingin berbagi cerita. Tetapi cerita yang hasilnya belum mencapai apa yang diharapkan akan menghasilkan keluhan. Manusiawi. Manusia itu tempatnya berkeluh kesah. Tetapi ingat juga loh, gak semua dari meka yang mendengakan keluhan kita berempati, kadang mereka tertawa dan bahkan bersikap sinis ataupun nyinyir. jadi ya.. lebih baik diam. toh usaha kan jalan terus.

Ramadhan, yippie… Ramadhan lagi, gak berasa yah… welcome Ramadhan. Selain persiapan logistik, juga mulai persiapan hati. Udah aja deh semelow-melownya dihadapan Allah. Yah moment ini gak lama kan. Cuma seulan. Waktunya banyak doa dan mengharap akan jawabannya. Yang jelas, semua yang digariskan Allah adalah yang terbaik buat umatnya. Tentu saja disertai usaha dong ya.

Emang nya gw yang sensitif atau apa yah. tapi ya sudahlah, rejeki toh gak akan tertukar kayak anak2 di kisah2 sinetron kan. Tinggal percaya ajah. Allah akan kasih yang terbaik diwaktu yang terbaik. Hambanya hanya meminta dan berdoa kan…

Ketika mereka yang kau anggap sahabat, tapi kenyataanya mereka yang paling akan membuatmu sakit. Tapi apakah mereka sadar mereka telah menyakitimu? Jadi jangan sensitif gitu dong ahhhh…. ahhahahhahahay…

Ketika dalam grup WA ada sahabat yang sangat mendambakan anak kedua bercerita panjang kali lebar. Yang mungkin tanpa dia sadari bikin dada ini sessak. Tapiiiihhh emangnya dia tauk kalo lo sedih? Benarkan, terus kalo lo cerita dan kemudian lo mengeluh lo akan dibilang tukang ngeluh. Kalo lo cerita sok tegar lo bakal dibilang kok bisa yah gitu. jadi ya sudahlah peduli amat pendapat orang2. Ini gw dan sepaket2nya. Terima sukur gak ya udah.

Jadi teruslah berusaha maka orang tidak akan pernah menannyakan prosesnya mereka akan melihat oh berhasil juga yah… hebat keren.

Jadi apakah orang yang senantiasa berusaha tetapi kemudian belum berhasil, apakah berarti hidupnya belum berarti apa2? nah!!! Pedulia amat deh kata orang. Yang terpenting adalah apa yang saya dan orang2 terdekat saya rasakan. Apakah saya bermanfaat buat orang2 terdekat saya? Kalo ya. That’s enough. Peduli apa kata orang diluar sana. Hidupmu punya kamu dan Allah sepenuhnya. Bukan milik kata orang2.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s