Penjaja Benda Pos Kuno dan Gedung Filateli Jakarta

“Sudah berapa lama jualan di sini Pak?” tanyaku.

Si Bapak Tua yang setelah saya tahu bernama Pak Muhammad Suwir menjawab, “Udah lama neng, gak kehitung. Lama banget. Sekitar tahun 65-an.”

“Wow, berarti kira-kira sudah 50 tahun ya Pak,” ucap saya lagi. Tapi tidak ada respon. Saya pun agak mendekatkan badan ke arah nya dan mengulang ucapan saya. Kelihatannya, pendengaran Bapak ini sudah agak berkurang karena faktor usia.

“Banyak yang masih nyari barang dagangan Bapak?” saya bertanya lagi dengan nada agak lebih tinggi dari sebelumnya. Tapi gak membentak kok. Sumpah.

“Yah ada aja sih Neng, satu dua sih ada. Namanya rejeki. Tapi ya gini, sepi. Gak nyari untung neng di sini mah. Gak ada untungnya.” jawabnya lagi.

Begitulah sekelumit percakapanku dengan salah satu pedagang kaki lima yang menenjajakan perangko, materai, surat akta jual beli dan uang kertas kuno di samping gedung kantor pos lama Pasar Baru. Sebuah lorong yang letaknya di bagian samping kiri Gedung Filateli Jakarta. Jumlah kios di lorong itu tidak sampai berjumlah 10 kios. Pada waktu saya dengan rombongan travelnblog saya berkunjung Sabtu 26 September 2015 yang lalu memang sudah agak sore, sekitar pukul 15:00, jumlah kios yang masih buka hanya dua buah kios.

Setelah saya puas bertanya, Pak Suwir pun masih sempat menjajakan barang dagangannya kepada kami. Salah satunya uang kertas kuno pecahan 5000 bergambar Presiden RI pertama seharga 250 ribu Rupiah. Mahal juga bathin saya. Tapi entah kenapa, saat itu pikiran saya terlalu sibuk dengan tugas mencari materi tulisan mungkin, atau sibuk sekedar memotret yang pada waktu itu saya sendiri tidak tahu mau menulis apa. Mungkin waktu itu Pak Suwir berharap ada salah satu dari kami yang membeli barang dagangannya. Saya pun baru terpikir ketika menuliskan artikel ini. Kenapa juga saya gak membeli, satu aja dari dagangannya, paling tidak pasti dia senang ada uang yang bisa di bawa pulang. Menyesal memang selalu datang belakangan kan.

Pak Suwir dengan dagangannya
Pak Suwir dengan dagangannya

Awalnya, para penjaja barang pos atau filateli tersebut berdagang di dalam gedung yang sekarang bernama Gedung Filateli Jakarta. Gedung ini dibangun pada tahun 1913 sebagai kantor pos. Keberadaan gedung ini tidak lepas dari kepindahan pusat kota Batavia dari Oud Batavia (Kota Tua sekarang) ke Niew Batavia (sekarang kawasan Lapangan Banteng). Kantor Pos diperlukan dengan pusat kota, sebagai sarana dukungan layanan penghubung pengiriman dokumen dan komunikasi bagi pemerintahan saat itu.

Setelah Indonesia merdeka, pada tahun 1995 dibangun gedung pos yang baru, yang terletak di belakang gedung Pos lama. Kemudian gedung tersebut dimanfaatkan oleh pedagang kaki lima yang menjajakan barang-barang pos terkini maupun kuno. Seiring berjalannya waktu gedung tersebut menjadi tidak terawat dan kumuh. PT. Pos bermaksud mengusir para pedagang di dalam gedung tersebut. Tetapi terjadi perlawanan dari pedagang. Kesepakatan dihasilkan ketika para pedagang mau dipindahkan untuk berjualan ke samping kiri bangunan. Akhirnya PT Pos merubah fungsi gedung tersebut menjadi Gedung Filateli Jakarta.

Gedung Filateli Jakarta Pasar Baru
Gedung Filateli Jakarta Pasar Baru

Meski keuntungan yang di dapat pedagang kaki lima di samping gedung filateli ini sudah sangat tidak menguntungkan. Namun mereka tetap bertahan demi kelangsungan hidup. Iya hidup memang harus bertahan kan, kalau tidak ya kita akan kalah. Zaman terus berubah, mungkin keberadaan mereka suatu saat akan hanya menjadi kenangan. Menjadi bagian dari sejarah sebuah gedung Filateli Jakarta dan daerah bernama Pasar Baru.

Advertisements

2 thoughts on “Penjaja Benda Pos Kuno dan Gedung Filateli Jakarta

  1. Saya juga tidak sempat membeli padahal pengen banget, soalnya dompet tertinggal di Bus.
    Saya sempat memperhatikn kamu dengat detail ketika mulai percakapan dengan pak suwir., kamu tidak mebentak kok, saya saksinya. hehhehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s