Di Jakarta 24 Jam, Mau Apa dan Kemana?

Apa yang terlintas di pikiranmu, ketika mendengar Jakarta? Macet, banjir, polusi, dan mungkin masih banyak hal negatif yang melekat pada Jakarta. Tapi, tahukah kamu, Jakarta itu kota yang kaya akan sejarah dan tempat menarik untuk dikunjungi. Kota metropolitan yang tidak pernah terlelap dalam gelap.

Pertama, saya akan menginformasikan tentang transportasi yang bisa kamu gunakan untuk menjelajah Jakarta, antara lain :

  1. Busway (Transjakarta) : Sejak diluncurkan di tahun 2004, busway telah menjadi transportasi andalan warga  Jakarta. Berikut peta jalur busway.
  2. KRL Commuter Line (CL): Saat ini pelayanan kereta api CL sudah semakin membaik dan sudah memudahkan pengguna jasa transportasi ini. Berikut peta rute KRL.
  3. Ojek : Angkutan sepeda motor yang ada di pangkalan atau tempat-tempat strategis. Sekarang sudah banyak pula yang memiliki aplikasi. Jangan lupa untuk mengunduh aplikasinya di telepon pintar kamu.
  4. Taksi atau bajaj : Pilihan transportasi ini terbilang agak mahal. Tapi buat kamu yang ingin tetap nyaman, transportasi ini menjadi pilihan utama. Tapi perhatikan jam-jam rawan macet di Jakarta. Bisa-bisa waktu kamu habis di jalan.
Searah jarum jam : busway, bajaj, dan KRL
                                                                      Searah jarum jam : busway, bajaj, dan KRL

Jam 08:00

Bangun pagi-pagi kamu bisa menuju timur Jakarta, yaitu Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Naik busway, turun di halte Garuda, lalu naik angkot, turun di pintu 1 TMII.  Di sana, kamu bisa menyewa sepeda dan berkeliling mengunjungi anjungan dari 33 Provinsi di Indonesia. Kamu akan merasa sedikit lebih mengenal Indonesia yang kaya akan budaya

Sewa Sepeda di TMII

Ketika waktu menunjukkan jam 9, sejumlah museum dan arena hiburan mulai beroperasi. Mungkin kamu merasa kekurangan waktu untuk mengunjungi ke-16 museum dan arena hiburan lainnya di TMII.

Jam 11:00

Setelah puas “berkeliling” Indonesia, tujuan berikutnya mengenal satwa di Kebun Binatang Ragunan. Disana, kamu juga bisa berkunjung ke Pusat Primata Schmutzer. Di dalamnya, terdapat berbagai spesies prima dengan habitat yang dirancang semirip mungkin aselinya. Menyusuri goa buatan dengan ranting pohon yang bergelantungan, akan menimbulkan sensasi bertualang di alam bebas.

Jam 13:00

Dari Ragunan, kamu bisa menuju pusat kota Jakarta untuk mengunjungi Jalan Surabaya.  Naik busway, turun di Dukuh Atas, kemudian sambung ke arah Harmoni. Turun di terminal RSCM, kemudian naik kopaja 502, turun di Jalan Surabaya. Di sini, kamu akan menemukan kios yang menjual barang antik. Kalau kamu tidak ahli barang antik, sebaiknya foto-foto saja, daripada nanti menyesal. Tidak jauh dari situ, kamu bisa mengunjungi beberapa museum. Ada museum Perumusan Naskah Proklamasi, Museum Pahlawan Revolusi Ahmad Yani dan Nasution,  Museum Juang 45 hingga Galeri Seni. Selain museum, ada sebuah mesjid Cut Meutia yang memiliki arsitektur khas Belanda dan penuh sejarah. Untuk berkeliling tempat-tempat tersebut, kamu bisa naik ojek atau bajaj.

Jam 14:15

Planetarium dan Observatorium Jakarta, yang terletak di Komplek Institut Kesenian Jakarta (IKJ) pilihan menarik. Di sini,  kamu diajak menjelajah langit, mempelajari rasi bintang, planet dalam tata surya, hingga galaksi di alam semesta. Kalau kamu suka akan seni, kamu bisa menonton pertunjukkan seni, teater, atau film yang diselenggarakan mahasiswa IKJ

Menteng dan sekitarnya

Jam 15:30

Menuju Cikini dengan menggunakan KRL, kamu bisa menuju Juanda, untuk berwisata sejarah ataupun belanja di kawasan Pasar Baru. Mulai dari Sekolah Wanita Katolik tertua Santa Ursula, Gedung Filateli Jakarta, Gedung Kesenian Jakarta hingga menikmati kios lukisan karikatur di sepanjang sudut jalan.

Puas menikmati zaman pra kemerdekaan, mari menyebrang ke Pasar Baru. Sebelum masuk, bisa mampir ke Gedung Antara atau Gedung Kantor Berita di Indonesia pada zaman kemerdekaan. Memasuki area pasar baru, kamu bisa berbelanja kain atau sepatu. Sekedar menikmati kuliner ala Jakarta seperti Cakue dan Bakmi Gang Kelinci pun bisa. Di dalam Pasar Baru ada Klenteng Hok Tek Bio dan Gereja Ayam yang sudah berusia ratusan tahun.

Gedung Filateli Jakarta, Bakmi Gang Kelinci, Penjual Lukisan Karikatur, dan Gereja Ayam
             Gedung Filateli Jakarta, Bakmi Gang Kelinci, Penjual Lukisan Karikatur, dan Gereja Ayam

Jam 17:30

Naik busway, kamu bisa menuju pelabuhan Sunda Kelapa. Denyut nadi kehidupan pelabuhan dan kapal-kapal yang bersandar dalam suasana matahari tenggelam, sangat menarik untuk diabadikan.

Jam 18:30

Mencoba wisata malam Kota Tua belakangan ini merupakan hal yang menarik. Tidak jarang, digelar pertunjukkan seni ataupun hanya sekedar menikmati keramaian pedagang kaki lima. Pada waktu-waktu tertentu, ada tur keliling Kota Tua di malam hari oleh sebuah komunitas pecinta sejarah. Jika kamu memilih berkunjung di siang hari, kamu bisa mengunjungi beberapa museum dan tempat bersejarah lainnya di Kota Tua.

Museum Sejarah Jakarta, Museum Seni Rupa dan Keramik, Museum Wayang, Poster Jangan Menyampah di Sana ya...
Museum Sejarah Jakarta, Museum Seni Rupa dan Keramik, Museum Wayang, Poster Pengingat 🙂

 Jam 22:00

Setelah puas menikmati Kota Tua, kamu bisa mencicipi aneka kuliner yang beragam di Jalan Sabang, Jakarta Pusat. Kembali naik busway dari Stasiun Kota-Blok M dan turun di halte Sarinah. Dari situ bisa berjalan kaki menuju Jalan Sabang. Mulai dari warung pinggir jalan hingga kafe-kafe keren ada disini.

Jam 24:00

Kalau kamu sudah merasa lelah, kamu bisa mencari hotel yang harganya bersahabat untuk backpacker di sekitar Jalan Jaksa, hingga hotel berbintang di Jalan Sudirman.

Jam 06:00

Berolahraga atau mengikuti keseruan acara-acara yang digelar berbagai komunitas di  Car Free Day  (CFD) keesokan harinya. Dari Bundaran Hotel Indonesia di Jalan Sudirman, hingga Monumen Nasional (Monas). Di sana, kamu bisa jogging dan mencicipi sarapan pagi khas Jakarta seperti ketoprak, lontong sayur, kerak telor, dan banyak lagi.

MONAS

Jam 08:00

Berkeliling kota Jakarta dengan Bus City Tour, untuk melihat-lihat objek-objek menarik lainnya seperti Mesjid Istiqlal dan Gereja Imanuel. Berikut peta City Tour Jakarta dan halte pemberhentiannya.

City Tour Bus Jakarta

Jam 09:00

Berkunjung ke Balai Kota Jakarta tempat dijalankannya pemerintahan oleh Gubernur, yang dibuka untuk umum pada hari Sabtu malam hingga Minggu siang, sangat menarik.

Tidak terasa 24 jam sudah berkeliling kota Jakarta.  Jujur saja, itu belum semua. Kota dengan jumlah penduduk 12 juta jiwa ini, punya pasar grosir terbesar se Asia Tenggara yaitu Tanah Abang ataupun Mangga Dua. Pusat perbelanjaan ternama yang menjual barang-barang merek internasional, seperti Grand Indonesia atau Senayan City. Tempat kuliner malam di daerah Kemang, Tebet, Kelapa Gading, Blok M, ataupun makan seafood sepuasnya di Muara Karang, hingga mengunjungi pasar kue shubuh di bilangan Senen.

Jika kamu ingin menguji adrenalin, ada Dunia Fantasi dan menikmati keseruan Pantai Ancol. Ingin melarikan diri dari hingar bingar kehidupan kota, silahkan ke Kepulauan Seribu. Disana kamu bisa menikmati wisata air, sunset, snorkeling, memancing, ataupun sekedar leyeh-leyeh di tepi pantai.

Sepertinya waktu 24 jam tidak akan cukup untuk menjelajahi Jakarta. Jakarta kota dengan sejuta warna manusia dan cerita. Jadi, masihkah kamu memandang sinis Jakarta? Sebaiknya tidak.

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog “Blog Competition #TravelNBlog 4 Jakarta 24 Jam” yang diselenggarakan oleh @TravelNBlogID

Advertisements

4 thoughts on “Di Jakarta 24 Jam, Mau Apa dan Kemana?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s