6 Cara Asyik dan Seru Menikmati Makassar

Menjelajah Sulawesi Selatan yang memiliki satu kota dan dua puluh tiga kabupaten, rasanya tidak mungkin dilakukan dalam waktu satu hari. Tetapi, kalau kamu sudah ada di Sulawesi Selatan, tepatnya di Kota Makassar, dan hanya punya satu hari saja, ayo mulai menjelajah Sulsel dimulai dari Makassar. Berikut cara asyik dan seru yang bisa dilakukan untuk menikmati Makassar dalam satu hari :

  1. Sarapan Coto Nusantara di Jalan Nusantara
Coto Makassar dan Buras
Coto dan Buras di Coto Nusantara Jl. Nusantara, Makassar

Jalan-jalan ke Makassar kurang lengkap kalau tidak mencicipi makanan yang paling terkenal asal Makassar yaitu coto.  Coto merupakan makanan berkuah kental warna hitam dengan bahan baku daging sapi. Warung coto Makassar yang cukup terkenal letaknya tidak jauh dari pelabuhan. Tepatnya di seberang pelabuhan, di Jalan Nusantara No.32 Makassar.

Ada anekdot lucu orang Makassar yang menyebutkan kalau pedagang Coto Makassar itu adalah dokter ahli bedah semua. Soalnya ketika memesan coto, pelanggan akan menyebutkan bagian dari tubuh sapi yang dikehendakinya. Misalnya, saya pesan coto lidah, otak, hati. Atau pesan coto daging saja. Begitulah. Hebatkan pedagangnya, hafal betul dengan bagian-bagian anatomi sapi.

Coto Makassar enak dinikmati dengan buras. Buras itu seperti lontong kalau di Jawa. Tetapi buras disini dibungkus seperti kue nagasari, tidak seperti lontong. Biasanya penikmat coto bisa menghabiskan 2-5 buras untuk menikmati satu mangkuk coto.

2. Mengunjungi Benteng Fort Rotterdam atau Benteng Ujung Pandang

Benteng Fort Rotterdam
Gerbang Benteng Fort Rotterdam

Mengunjungi benteng peninggalan kerajaan Gowa-Tallo ini, hukumnya wajib kalau ke Makassar. Namanya berubah menjadi Fort Rotterdam ketika Belanda menguasai Makassar. Letak benteng ini tidak jauh dari tepi Pantai Losari.

Bagi pengunjung, sebaiknya tidak lupa membawa kacamata hitam, topi, atau payung karena sinar matahari cukup terik di siang hari. Komplek benteng yang di dalamnya telah difungsikan menjadi Museum Negeri Nusantara Provinsi Sulawesi Selatan La Galigo ini, cukup ramai pengunjung mulai dari rombongan anak sekolah, turis domestik, hingga mancanegara.

Museum La Galigo menyajikan pengetahuan tentang sejarah dan budaya Sulawesi Selatan. Mulai dari asal-usul nenek moyang, raja-raja yang dahulu berkuasa, adat istiadat, hingga pengetahuan tentang seluruh kabupaten yang ada di Provinsi Sulawesi Selatan lengkap disini. Mengunjungi  museum ini sama dengan berkenalan dengan seluruh daerah di Sulawesi Selatan.

3. Bergaul ala Anak Gaul Makassar di Popsa

Es Pisang Hijau dan Jalangkote
Menikmati Es Pisang Ijo dan Jalangkote di Popsa

Puas berkeliling Benteng Fort Rotterdam, jangan khawatir kalau lapar dan haus, karena tepat di seberang benteng banyak penjaja aneka minuman seperti es kelapa muda dan cemilan khas Makassar seperti pisang ape.

Selain itu, tidak jauh dari Fort Rotterdam, ada tempat yang cukup nyaman untuk menikmati udara pantai yang sejuk. Nama tempatnya Popsa. Bisa dibilang Popsa seperti foodcourt kekinian alias tempat gaul anak muda di Makassar. Lokasinya yang persis dipinggir pantai, menyediakan berbagai makanan yang tidak hanya makanan khas Makassar tetapi juga makanan mancanegara seperti steak, crepes, kebab, dan masih banyak lagi.

Menu yang paling pas dinikmati siang itu adalah semangkuk es pisang hijau yang berisi pisang dilapisi kue dadar hijau, bubur sumsum, mutiara, dengan es serut, diberi siraman sirup warna merah dan susu kental manis.

Menikmati es pisang hijau cocok ditemani dengan cemilan khas Makassar, yaitu jalangkote yang baru saja diangkat dari penggorengan. Jalangkote masih saudara kembar dengan pastel. Bedanya, jalangkote bentuknya lebih besar, isinya lebih banyak, dan dinikmati dengan saus khas Makassar.

4. Taman Nasional Bantimurung

Taman Nasional Bantimurung
Taman Nasional Bantimurung

Puas santai-santai dan bergaul di Popsa, kali ini kita agak menjauh sedikit dari Kota Makassar untuk menikmati alam. Tepatnya di Taman Nasional Bantimurung, yang terletak di Kabupaten Maros. Perjalanan memakan waktu kurang lebih satu jam. Tanpa macet dan hanya beberapa lampu merah.

Di Komplek Taman Nasional yang banyak terdapat bukit karst yang menjulang tinggi merupakan tempat habitat berbagai macam spesies kupu-kupu. Sebagai kepentingan penelitian dan perlindungan, dibangunlah tempat penangkaran kupu-kupu. Selain itu, ada air terjun yang seru untuk bermain air.

Letak Kabupaten Maros yang lebih tinggi dari Kota Makassar, membuat udaranya lebih sejuk dan airnya dingin karena masih banyak pepohonan rindang. Kalau beruntung, di sini kita juga bisa melihat monyet liar yang asyik bergelantungan di dahan-dahan pepohonan.

5. Kulineran Malam : Mie Titi

Mie Titi Makassar
Mie Titi Jl. Pattimura

Menjelang senja, dengan berat hati kami meninggalkan Taman Nasional Bantimurung. Tiba di Makassar, hari sudah gelap dan perut kembali minta di isi. Pilihan kali ini adalah hidangan mie yang cukup ternama di Makassar, yaitu mie titi yang terletak di Jalan Pattimura.

Mie titi itu seperti ifuemi. Mie kuning yang di goreng kering, lalu disiram dengan kuah kental yang isinya daging ayam/sapi/seafood, serta sawi hijau. Disajikan dengan perasan jeruk nipis dan sambal yang pedas. Cocok dimakan saat musim hujan. Rasa gurih, asam, pedas berpadu dengan garingnya mie dengan kuah kental angat. Mie titi di tengah hujan rintik yang mengguyur Makassar menjadi penutup yang sempurna hari.

6. Menikmati Pagi di Pantai Losari

Mesjid di Pantai Losari
Mesjid Amirul Mukminin, Mesjid Terapung di Pantai Losari

Keesokan paginya sebelum meninggalkan Makassar, sangat disayangkan kalau hanya dihabiskan di tempat tidur. Merasakan sholat shubuh di mesjid kebanggaan orang Makassar yaitu Mesjid Amirul Mukminin sekaligus menikmati sunrise di tepi Pantai Losari.

Pantai Losari telah menjadi icon Kota Makassar sejak lama, pengunjungnya cukup ramai terutama di weekend. Banyak warga lokal yang memanfaatkan untuk lari pagi ataupun hanya sekedar berjalan santai bersama keluarga menikmati galeri seni outdoor. Disebut galeri seni, karena di sepanjang pantai ini dibangun patung-patung pahlawan dan benda-benda asal Makassar seperti patung Sultan Hasanuddin ataupun kapal kebanggaan suku Bugis yaitu Kapal Pinisi.

Tidak hanya menikmati pantai yang sudah cukup tertata ini, pengunjung juga bisa mencicipi jajanan khas kue baroncong yang kalau di Jakarta dikenal dengan kue pancong. Kue yang terbuat dari tepung beras, santan, dipanggang kemudian ditaburi gula pasir.

Jika masih kurang nendang, jangan khawatir, banyak rumah makan nasi kuning khas Makassar dengan lauk daging, tempe orek, sayur nangka, perkedel, ati ampela, dan sambal. Warung nasi kuning ini kebanyakan buka 24 jam.

Keliling Sulawesi Selatan yang memiliki kekayaan alam yang luar biasa banyak, memang tidak cukup dalam waktu sehari. Jika kembali ke Sulsel tujuan saya berikutnya adalah Pantai Samalona, Taman laut Taka Bonerate, Tanjung Bira, untuk melihat kekayaan laut Indonesia, Tana Toraja yang kaya adat istiadat, dan Benteng Somba Opu yang kaya sejarah.

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog  “Blog Competition #TravelNBlog 5:Jelajah Sulsel”  yang diselenggarakan oleh @TravelNBlogID

 

 

 

 

 

 

Advertisements

4 thoughts on “6 Cara Asyik dan Seru Menikmati Makassar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s