Menikmati Keriaan Senja di Danau Hoan Kiem Hanoi

Ada yang bilang, keajaiban sunset atau matahari terbenam hanya bisa dimengerti oleh masing-masing individu. Tiap individu memiliki rasa yang berbeda ketika menikmati sunset. So, lets keep it secret or they lose their magic

Setelah di postingan sebelumnya masalah urusan perut teratasi, tujuan kami berikutnya adalah menonton pertunjukkan Wayang Air. Water Puppet Show memang merupakan salah satu kebanggaan kebudayaan Vietnam yang cukup terkenal.

Saya sudah lama tahu tentang pertunjukkan wayang air ini. Mungkin sejak SMU, saat nonton berita di Buletin Siang-nya RCTI. Ya Allah ketauan deh tua. Hihihi. Ketika googling pas mau ke Hanoi dan menemukan bisa menonton water puppet show secara langsung, cus, wajib masuk ittinerary keliling Hanoi kali ini.

Perjalanan dari mesjid ke kawasan Danau Hoan Kiem tidaklah terlalu jauh. Suasana Sabtu sore itu semakin ramai oleh pengunjung. Kami melewati bangunan tua pusat pertokoan yang legendaris di Hanoi. Sepertinya setiap mereka yang berkunjung ke Hanoi mengambil foto bangunan ini. Ada beberapa restoran fast food Amerika juga di sana.

Frenchise Kuliner asal Amerika
Frenchise Kuliner ala Amerika
Bangunan Pertokoan Hanoi
Bangunan Pusat Pertokoan Historis di Hanoi
Becak di Hanoi
Becak di Hanoi

Kami langsung menuju sebuah bangunan bertuliskan Thang Long Water Puppet. Tidak mau lama menunggu, kami langsung membeli tiket untuk pertunjukkan jam 15:00. Menyisakan sepuluh menit pertunjukkan akan dimulai, sudah dipastikan dong, kami dapat nomor kursi paling belakang. Eh, nggak nomor dua dari belakang.

Thang Log Water Puppet Teather
Thang Log Water Puppet Teather

Harga tiket masuk sebesar 100.000 VND untuk satu orang, dan jika ingin mengambil gambar menggunakan kamera harus bayar lagi sebesar 10 USD. Jiahh… tentu gue gak mau. Hahahaha. Pake hape cukuplah. Kali ini memang mau menikmati pertunjukkan kok.

Panggung terletak di depan dan posisinya di bawah, dan kami yang telat ini dipastikan agak kesulitan melihat secara maksimal. Belum lagi kalau yang duduk di depan saya orang bule yang tinggi. Selamat deh harus usaha lagi biar terlihat jelas. Hihihihi.

Namanya wayang air, tentu saja pertunjukkan di dalam air. Sebuah kolam dengan backdrop bangunan khas Vietnam. Disamping kanan ada sekelompok pemain musik yang akan mengiringi dan beberapa pengisi suara seperti Pak Dalang dan dua orang penyanyi wanita.

Penampakan Di Dalam Teater
Suasana di Dalam Teater

Pertunjukkan dibuka dengan permainan alat musik tradisional yang meninabobokan. Hehehe. Iya bikin ngantuk melodinya. Kemudian dimulailah pertunjukkan wayang air dengan pembuka membacakan narasi yang katanya brosur sih pelawak. Berhubung tidak ada yang menterjemahkan, ya kami juga kurang mengerti apa yang diceritakan.

Pertunjukkan berikutnya adalah menampilkan beberapa kebudayaan khas Vietnam dan kehidupan sehari-hari masyarakat. Seperti permainan alat musik drum yang khas, tarian naga, burung phoenix, unicorn, dan kura-kura. Keempat hewan tersebut merupakan hewan yang dianggap keramat oleh masyarakat.

Penggambaran khas masyaraakat Vietnam antara lain tentang kehidupan agrikultural di sana. Menanam padi, membajak sawah, dan memanen. Mirip Indonesia kan yah. Selain itu, ada budaya menangkap kodok, legenda srigala suka mencuri bebek milik petani, hingga kebisaaan memancing.

Ada juga pertunjukkan yang menceritakan tentang legenda Le Loi yang mengembalikan pedang. Le Loi adalah seorang pahlawan yang memimpin Vietnam berperang melawan invasi asing di abad ke 15. Menurut legenda, dia dikaruniai sebuah pedang dari dewa. Setelah perang usai, dia berperahu di sebuah danau di Hanoi. Kemudian muncullah sebuah kura-kura emas yang akan mengembalikan pedang tersebut kepada dewa. Berdasarkan legenda tersebut, kini danau itu dikenal dengan nama “Returned Sword” yang dalam bahasa Vietnam adalah Ho Hoan Kiem (Lake of the returned sword) yang kemudian menjadi danau yang terkenal di pusat kota Hanoi.

Pertunjukkan berlangsung selama satu jam. Cukup menarik. Bisa tahu banyak tentang Vietnam dengan cara yang menarik dan tidak membosankan. Di akhir pertunjukkan, para pengisi acara, termasuk mereka yang berada di dalam air memperlihatkan diri. Wow. Ternyata mereka ikutan ke dalam air juga loh. Ih, kebayang dong dinginnya kalau berlama-lama.

Para Dalang Wayang Air
Para Dalang Wayang Air menampakkan diri dari balik panggung

Keluar tempat pertunjukkan, kami melewati sebuah kedai kopi. Marketing yang bagus. Sehabis nonton berharap penonton kemudian mampir dan duduk-duduk di kafe. Kebanyakan sih om dan tante bule yang nongkrong. Oh iyah kalau diperhatikan, cukup banyak wisatawan mancanegara di Hanoi sore itu.

Kami kemudian menuju lapangan di depan Danau Hoan Kiem yang menjelang senja kala itu luar biasa ramai. Kalau di Jakarta seperti pasar malam. Ada pedagang clay, yang juga mempersilahkan untuk pembeli berkreasi sesuka hati. Kemudian banyak warga Hanoi yang menggelar permainan khas. Seperti joget bambu, bermain lompat tali, hingga tarik tambang. Serunya lagi, mereka juga tidak sungkan mengajak para turis untuk ikut gabung bermain.

Keramaian Lapangan Danau Hoan Kiem Kala Senja
Suasana Lapangan Danau Hoan Kiem Sabtu Sore

 

Ada juga sekelompok orang bermain musik dan mengajak para wisatawan bernyanyi dan menari bersama. Sore itu, warga Vietnam seolah berkata kepada dunia, meski negara kami beraliran kiri dan agak menegangkan, tidak demikian di tepi Danau Hoan Kiem ini. Para wisatawan dosmestik dan mancanegara berbaur dengan masyarakat lokal, dan melebur.

Pemusik Jalanan Hanoi
Penampilan Grup Musik

Mungkin ini salah satu trik dari pemerintah Vietnam untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara. Kebanyakan mereka adalah komunitas yang kebanyakan usia remaja, penggelut hobi tertentu yang sepertinya disediakan wadah sekaligus memperkenalkan Vietnam ke para wisatawan di sekitar Danau Hoan Kiem. Semua gembira, semua tertawa, mereka seperti berada di rumah sendiri meski sedang melakukan perjalanan jauh dari rumah.

Saya pun membayangkan kalau hal ini dilakukan di Lapangan Monas atau Kota Tua misalnya. Pasti seru. Coba yah Kementerian Pariwisata atau Dinas Pariwisata Jakarta mulai diatur. Hehehe. Tuhkan bisanya nyalahin pemerintah. Nggak. Tapi sumpah ini potensi banget untuk menggaet turis mancanegara. Kebanyakan mereka ketika melakukan perjalanan kan berbaur dengan orang lokal. Belajar kebudayaan dan mengenal nilai-nilai budaya suatu negara atau daerah yang dikunjungi. Nah pas banget nih. Vietnam keren.

Menjelang senja, buat yang tidak suka dengan karamaian, Danau Hoan Kiem sangat sempurna untuk sekedar duduk-duduk di pinggir danau kemudian menikmati proses terbenamnya matahari. Ada beberapa yang mencoret-coret kertas dengan membuat sketsa, mereka yang hobi foto-foto dengan kameranya. Ataupun ada yang hanya duduk-duduk memandangi percikan warna emas air danau yang tenang.

Pasangan Oma Opa Menikmati Danau Hoan Kiem
Relationship Goal
Sunset In HOan Kiem Lake
Sunset di Danau Hoan Kiem
A Girl Sketching In Hoan Kiem Lake
A Girl Sketching In Hoan Kiem Lake

Entah kenapa, sore itu terasa indah sekali. Sekumpulan bunga di taman warna-warni saja terlihat bagus sekali. Anak-anak berlarian memanjat bukit batu, dan pelukis jalanan yang serius menorehkan kuas ke kanvas. Meski ada pemandangan ibu-ibu penjaja kue donat atau kue bantal yang kucing-kucingan dengan Bapak Polisi. Ah sama saja di mana-mana ternyata. Sebenarnya penjaja kue itu boleh berjualan, asalkan tidak berhenti atau menggelar dagangannya. Mereka mau tidak mau harus membawa dagangannya yang lumayan berat kemana-mana. Demi kenyamanan pengunjung sepertinya sih. Jadi gak kayak pasar gitu loh.

Taman Bunga dan Pameran Lukisan
Taman Bunga dan Pameran Lukisan
Me In The Midle of Crowd
Namanya juga difotoin…

Buat yang hobi belanja, jangan khawatir. Di tengah-tengah lapangan ada spot tenda khusus penjual souvenir khas Vietnam. Semuanya barang-barang yang menurut saya lucu, tetapi gak dibutuhkan banget. Jadi saya sore itu ya gak beli apa-apa. Eh beli deh sedikit buat oleh-oleh.

Tenda Pedagang Sovenir di Hoan Kiem Lake
Pedagang Souvenir Khas Vietnam di Hoan Kiem Lake

So, apa yang kami lakukan sore itu? Ya itu kami menikmati pemandangan itu semua. Mengambil beberapa foto, kemudian minta difotoin. Meski yah tahu sendiri kalau Zaki yang ambil foto. Hasilnya jauh dari harapan. Hahahhaha. Ya objek jadi miringlah, saya belom siap udah di cekrek, tangannya yang tiba-tiba suka tremor lah. Hahahahha. Tapi kami senang sekali sore itu. Bisa mengenal Vietnam sekaligus masyarakatnya dari dekat. Melihat muda-mudi di Hanoi bergaul juga. Lepasnya tawa para wisatawan dari berbagai dunia, seolah kami sebuah keluarga besar meski berbeda bendera negara, ras, bahkan agama. Saat itu gak mikir deh kamu dari mana, agama kamu apa, politik yang kamu anut apa. Apalagi nanya waktu pilpres pilihnya siapa? Jokowi atau Prabowo atau Obama atau Trump. Wkwkwkwk. Bergembira saja bermain bersama di tepi Danau Hoan Kiem.

Lapangan Hoan Kiem Lake
Lapangan Hoan Kiem Lake
Child on Bycicle
A Little Girl on Bicycle

Menjelang jam tujuh malam, kami kemudian pulang menuju hotel. Hari sudah gelap, dan si Zaki mau nonton bola Final Piala AFF. Gak usah ditanya yah, hasilnya. Pokoknya gak seru. Hihihihi.

Perjalanan menuju hotel, lagi-lagi saya nikmati dengan melihat Hanoi lebih dekat. melewati toko buku kecil, pedagang gerobak yang menjajakan sandal, hingga melihat motor bebek tua keluaran tahun 80 an yang terparkir di trotoar. Balik ke hotel kemudian nonton bola sambil packing bersiap pulang ke Indonesia.

Melia Hotel Hanoi
Tempat Bobo cantik selama di Hanoi

Puas ke Hanoi hanya dua malam? Buat saya sih, puas banget. Banyak cerita, banyak pelajaran, dan senengnya paspor saya dapat cap juga di tahun 2016. Pingin ke Hanoi lagi? Tentu saja. Meski pengen juga ke Ho Chi Min, Da Nang, atau Nan Trang. Okey, yuks nabung lagi.

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s