Kembali Ke Sekolah :)

Hari ini Senin  pertama di Bulan September. Senin itu, buat saya dan kebanyakan orang adalah hari yang horor. Berbeda dengan saya yang  dulu dan sekarang. Now, I Love Monday very much. Why??? Because this day is my free day… Buat saya, Senin kali ini adalah hadiah buat lelah saya di akhir minggu. Hihihihi. Kok bisa libur? Gak kerja? Yup. Saya lagi off dari kantor selama dua tahun kedepan dalam rangka tugas belajar. Tugas belajar? Apakah itu? Heumh… baiklah saya jelaskan sedikit yah.

Jadi tugas belajar itu buat saya adalah suatu reward buat seorang Pegawai Negeri Sipil macam saya ini. Mungkin hal ini juga lah yang membuat saya tertarik buat menjadi PNS selain zona nyamannya. Omong-omong zona nyaman, kamu akan merasa mencari zona nyaman kamu ketika kamu berada di zona yang bisa dikatakan tidak nyaman menurutmu. Tetapi, ketika kamu sudah bisa mencapai zona nyamanmu, salah satu pembisik dihatimu akan berteriak lagi dan lagi. “Yah ampun, ngapain lagi ini??? Bosannnn…'” begitu kira-kira. Kemudian kamu akan mencari hal-hal baru lagi dan akan berteriak lagi. Menadakan kita belum mati. Ya, kita masih hidup.

Cerita bagaimana saya menjadi PNS dan berada dalam kondisi yang tidak nyaman sudah pernah saya tulis dan akan saya posting juga nanti. Yup. Setelah melalui perjuangan dan lika-liku hidup akhirnya tibalah saya di kantor yang menjadi impian banyak pencari kerja di negara ini. Tepatnya di Jl. HR. Rasuna Said Kav 4-9 Blok X5. Kantor sebuah kementerian.

Buat saya dan teman-teman saya, bisa masuk kantor ini adalah impian. Gimana nggak, pokoknya semua serba pas. Latar pendidikan saya yang memang kesehatan, berharap jam kerja yang normal (bandingkan dengan teman-teman yang bekerja di pelayanan kesehatan atau industri yang harus di shift), serta kepastian (gak ada lagi yang namanya PHK) :). Wah pokoknya benar-benar nyaman deh.

Meski yah, setelah masuk dan menjadi PNS di eranya Pak Jokowi, eh saya masuk masih era Pak SBY deng. Itu yah gak ada lagi yang namanya PNS santai kayak di pantai. Waktu saya baru masuk di tahun 2009 sih yah, saya masih melihat generasi santai yang begitu. Melihat dengan mata kepala sendiri betapa kayanya negeri ini dari APBN kantor. Hahahahaha. Gak munafik saya melihat hal-hal yang tidak patut alias korupsi juga di kantor.

Tapi yah…itu zaman dahulu kala. Perlahan-lahan negara ini mulai membangun sistem. KPK dibentuk, BPK mulai kerja beneran, pokoknya semua sudah mulai berjalan sebagaimana mestinya karena semua mata masyarakat dan netizen 🙂 tentunya benar-benar mengawasi kami para pengurus negara yang dibayar pakai uang rakyat ini.

Meski saya sadar belum sepenuhnya saya berkontribusi banyak buat negara ini, saya cuma mau mulai dari diri saya, dari hal yang terkecil, dan dari sekarang. Percaya yang namanya hidup setelah mati itu ada. Berbuat hal baik atau jahat sekecil apapun Tuhan akan lihat. Jadi kalau mau memulai hal-hal yang baik dan birokrasi bersih ya mulai dari sekarang, meski penghalangnya tidak sedikit yes. Hahaha. Kembali ke topik tubel yah.

Tugas belajar boleh diberikan kepada PNS yang kalau gak salah sudah dua tahun terhitung sejak menjadi PNS. Mulai dari jenjang S1, S2, sampai S3 kalau memang instansi atau tempat di mana kamu mengabdi membutuhkan.

Oh iyah, ada yang namanya tubel alias tugas belajar dan ibel alias izin belajar. Bedanya tubel dan ibel adalah, kalau tubel kamu sepenuhnya dibiayai oleh negara masih mendapat gaji dan tukin meski tidak boleh ikutan dinas-dinas keluar kantor dengan demikian kamu boleh gak ngantor :). Kalau Ibel alias izin belajar itu cuma dapat izin ajah biasanya harus di luar jam kerja, masih harus masuk kerja dan masih boleh boleh dinas kemana-mana. Jadi ibel itu kayak kuliah sambil kerja dan tubel tugasnya belajar, jadi gak wajib ke kantor. Begitu.

Prosesnya Gimana Kalau Mau Tubel?

Berhubung pengalaman saya ambil tubel dibiayai oleh instansi Kementerian tempat saya bekerja dan bukan badan-badan yang mengadakan beasiswa seperti LPDP atau Bank Dunia misalanya, jadi saya hanya akan share pengalaman saya saja yah… buat yang itu coba di googling pasti banyak deh. Kemudian lagi, tubel saya ini hanya terbatas buat PNS di Kementerian Kesehatan buat Kementerian-kementerian lain ya silahkan di cari mungkin stepnya mirip-mirip. Mungkin lohhh…

Jadi yah beberapa tahun terakhir ini, terus terang saya mulai suntuk banget di kantor. Bosan dengan rutinitas di kantor yang memang agak menggila semenjak Pak Jokowi. Wkwkwk. Lah lagi-lagi salah Pak Jokowi? Nggak… saya mah nge-fans banget sama beliau. Berasa suasana kantor berubah jadi lebih kondusif banget. Suasana kerja, kerja, dan kerjanya itu benar-benar luar biasa.

Suntuknya saya itu yah, kok cuma segini yah yang bisa saya perbuat. Kok bosan yah. Lah terus lo udah dibayarin pakai uang negara, cuma karena anaknya bosanan? Nggak gitu cuy… Adalah dalam diri saya egois untuk mencoba yang namanya keluar di zona nyaman tadi dan pengen banget merasakan yang namanya reward tugas belajar. Toh jurusan yang dituju harus seizin atasan dan sesuai dengan bidang pekerjaan kita. Jadi di sini saya akan mencari ilmu yang kiranya berguna buat pekerjaan saya di kantor. Wong ada syarat setelah menyelesaikan tubel, saya harus mengabdi selama 2N+1 artinya dua tahun masa belajar ditambah satu tahun. Kalau tiba-tiba saya resign gimana? Ya saya harus mengganti biaya tugas belajar saya ke negara tercinta ini.

Terpecut oleh beberapa teman sengkatan yang sudah pada lulus S2 dan teman sebelah kubikel pergi ke Jepang, akhirnya saya bareng teman memutuskan untuk ikutan peruntungan tubel ini. Kenapa peruntungan, ya karena banyak faktor yang harus kami lalui, antara lain :

  1. Harus ada izin pasangan atau orang tua

Yup tentu pasangan jika kamu menikah harus dong tahu kamu mau sekolah lagi dan tidak masuk kantor. Buat yang kepala keluarga misalnya, dipastikan pasangan menerima kalau ketika tubel nanti, pemasukan rekening hanya gaji pokok, dan 50% tunjangan kinerja. Gak ada yang namanya dinas luar kota apalagi  luar negeri misalnya. Tentu akan sedikit berpengaruh ke perekonomian keluarga yah. Hehehehe

2. Harus dengan seizin atasan

Ini point paling penting sih. Dengan atasan kamu mengizinkan kamu ikut tubel, ya mereka harus rela kamu gak ngantor selama beberapa tahun kedepan. Jadi, ya mereka siap kehilangan “partner” atau stafnya dalam bekerja. Ini gak mudah loh. Ada atasan yang egois gak kasih izin karena melihat beban pekerjaan kantor yang banyak misalnya. Buat atasan yang baik mereka sih berpikiran terbuka dong, pingin anak buahnya maju dan berkembang. Itu maksudnya.

Izin atasan gak cuma izin boleh atau nggaknya sih, izin atasan juga masalah jurusan yang kamu ambil harus sesuai dengan kebutuhan organisasi. Misal kamu S1 nya dokter, kerja di Kementerian Kesehatan Direktorat Kesehatan Masyarakat, lalu ujug-ujug kamu pingin ambil S2 Seni Kontemporer misalnya :)) ya kayaknya atasanmu gak akan mengizinkan sih.

3. Mau di dalam atau luar negeri

Nah ini pun penting. Buat yang mau ke luar negeri sih, persiapan kayaknya paling tidak setahun atau bahkan lebih  harus mulai cari-cari beasiswa atau info kampusnya. Kalau mau di dalam negeri macam saya nih persiapan cukuplah enam bulan sampai setahun dari tahun rencana kita buat cari-cari info. Masalah tempat tinggal juga loh. Dipikirin buat yang di luar kota misalnya.

4. Pantengin web penyelenggara tugas belajar

Dalam hal ini kalau saya penyelenggaranya itu Badan Peningkatan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Kesehatan. Pada umumnya akan dilakukan seleksi tubel dari instansi dulu sebelum seleksi di perguruan tinggi nya. Tapi gak ada salahnya kamu juga buka-buka web universitas yang kamu tuju itu.

Sebelumnya mereka juga akan mengirimkan surat edaran tugas belajar di Bulan November 2016 nah baca baik-baik dan pahami segala persyaratannya ada di situ. Mulai dari seleksi administratif tahap satu dan dua, hingga seleksi akademik. Berikut contoh surat edaran tahun lalu yah. Lengkap di sini. Baca perlahan-lahan dan resapi. Surat Edaran Tugas Belajar Tahun 2017. 

Perhatikan baik-baik batas pengajuan ini itunya. Misal batas akhir up-load dokumen ke web nya kapan. Pastikan semua berkas yang dibutuhkan sudah dipenuhi. Misal surat keterangan sehat dan bebas narkoba  dari rumah sakit pemerintah, surat izin dengan materai, sampai jurusan yang kamu ambil sudah benar-benar sesuai dan mendapat izin atasan. Web nya tubel Kemenkes itu ini : http://tubel.bppsdmk.kemkes.go.id

Pengalaman saya kemarin agak-agak gimana yah berkaitan dengan izin atasan. Untuk sekolah S2 ini, saya mau mengambil agak melenceng sedikit dari ilmu S1 saya. Masih kesehatan, tetapi saya mau ambil yang sifatnya kekinian alias promotif dan preventif. Berbeda dengan ilmu farmasi yang memang sekarang sudah fokus ke pelayanan tetapi masih lebih besar porsi kuratif nya terutama obat. Saya mantab mengambil peminatan Promosi Kesehatan.

Eh, ndilalah, ada di bagian lain yang peminat tubelnya lumayan banyak yaitu empat orang sehingga pimpinan tertinggi di unit saya harus ikut memantau dan memutuskan apa saja jurusan yang diambil. Ternyata saudara-saudara, saya tidak diizinkan mengambil peminatan promosi kesehatan dan dianjurkan atau “dipaksa” mengambil peminatan Kebijakan dan Hukum Kesehatan, mengingat kebutuhan organisasi di unit kerja saya. Ampun  DJ… yah itu Bu Dirjen pelakunya. Sempat bete dan kesel. Tapi ya sudahlah. Mungkin memang sudah jalannya. Kalau saya gak nurut itu Bu Dirjen gak mau tanda tangan izinnya. Ya Allah gini amat yaks. Akhirnya saya menerima keputusannya dan mengambil peminatan Kebijakan dan Hukum Kesehatan. Fuihhh

Setelah dipikir-pikir lagi kenapa nggak yah, justru itu semakin luas dan bisa membuat kebijakan-kebijakan yang sifatnya promotif dan prefentif dan akhirya saya menerima dengan lapang dada dan dewasa. Hahahahaha.

5. Pantengin web universitas tujuan kamu

Kalau sudah upload seleksi administratif instansi, hal yang kamu perhatikan berikutnya adalah persiapan buat masuk ke universitas inceran kamu. Perhatikan kapan tanggal buka pendaftaran, lihatin persyaratannya apa saja. Butuh nilai TOEFL atau nggak, butuh proposal thesis atau nggak, dll. Isinya pelan-pelan yah, pastikan semua benar. Kemudian lihat kapan akan dilakukannya tes tertulis. Soal-soal apa yang kira-kira akan diuji. Kalau UI kemarin alhamdulillah gak perlu TOEFL. Soal yang diujikan ada TPA (Tes Potensi Akademik) dan Bahasa Inggris. Kampus incaran saya Universitas Indonesia, Fakultas Kesehatan Masyarakat Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat dengan peminatan Kebijakan dan Hukum Kesehatan.

Persiapan saya kemarin sih beli buku-buku tes TPA di Gramedia ajah sama belajar Bahasa Inggrisnya pakai buku Persiapan TOEFL. Terus terang susah jendral. TPA nya itu ada Matematika Dasar yang sudah sekian lama saya gak tegur-tegur dan logikanya yang benar-benar gak nyampe banget. Hihihi. Kalau Bahasa Inggrisnya soal cerita dan topiknya macam-macam. Bagusnya sih sering baca-baca artikel Bahasa Inggris biar kosakata agak banyakan. Hehehehe.

Selesai ujian terus terang saya pesimis dan berharap di gelombang kedua. Oh iyah biasanya ada dua gelombang gitu. Nah kalau gak lulus gelombang pertama, bisa ikut lagi di gelombang kedua. Yes bayar lagi dari awal tentunya yah.

Setelah dinyatakan lulus, perhatikan lagi apa yang harus dilakukan. Meskipun tubel saya dibiayain negara, ternyata belum ada pengumuman lolos tidaknya seleksi administratif di Kementerian. So mau gak mau daripada nama saya terdepak dari sistem Universitas Indonesia, saya rela tabungan saya buat nalangin uang kuliah saya terlebih dahulu. Katanya diganti kok. Jadi ada baiknya, kamu siapin dana kuliah sebesar uang gedung dan satu semester. Buat yang mau pakai surat tunda bayar bisa, tapi harus ke BPPSDM buat minta usratnya kemudian menyerahkan ke bagian akademik kampus.

Setelah melalui itu semua, di sinilah saya. Setelah daftar ulang, siap-siap buat mengisi IRS atau mata kuliah yang harus berebut dosen yang enak katanya. Soalnya kan kita belom nyoba. Alhamdulillah ada yang namanya Pengenalan Sistem Administrasi Fakultas buat yang belom kuliah di UI, ini sangat membantu, yah istilahnya kenalan deh sama Fakultas dan Kampus juga teman-teman satu kelas yang beragam asalnya. Sok akrab juga sama kaka-kakak kelas. Ini sangat membantu buat membagi pengalaman.

Minggu ini kuliah sudah dimulai, bismillah saya bisa selesai tepat waktu dan menjalaninya dengan kuat. Bukannya apa, di UI sejak tahun ini, ada prasyarat yang mengharuskan input tulisan ke Jurnal Internasional juga gencarnya mereka membasmi plagiarisme. Mohon doanya teman-teman. Semoga bisa melalui dua tahun ini. Masa kuliah ini, saya kan off kerja semoga bisa lebih rajin nge-blognya. Meski akan banyak tugas kuliah, tapi berharap bisa rutin nge-blog.  Itung-itung latihan menulis yah, meski gak ilmiah. Setidaknya tangan dan pikiran terbiasa menuangkan ke dalam kata-kata dan membentuk sebuah kalimat panjang. Hahahhaha. Amiiinnn…

Suasana Pengenalan Sistem Akademik Fakultas selama dua hari
Mencoba kompak dala rangka adu “yel-yel” antar peminatan
Alhamdulillah kekompakan terbayar dengan dinobatkan sebagai “yel-yel” terbaik di PSAF Pasca FKM
Advertisements

2 thoughts on “Kembali Ke Sekolah :)

  1. Andin

    Hallo kak, sy kebetulan PNS di kemenkes juga dan lg cari2 info peminatan buat s2 di UI hehehe, boleh tanya kak, secara garis besar kalo hukum dan kebijakan kesehatan belajar ttg apa ya? Aku skrg kerja di itjen dan masih galau mau ambil ekokes atau hukum kebkes, makasi banyak yaa sebelumnyaa… :))

    1. Hai andien. Makasih sudah main ke blog aku. Oh, anak itjen yah… hehehehe. Aku kenal sam Detya di sana. Pak Heri juga. Hehehe.

      Kalau ekokes itu jelas yah. Belajar ekonomi. Dia nanti ada beberapa mata kuliah ekonomi kayak ekonomi kesehatan, ekonomi pembiayaan kesehatan, akuntansi biaya, gitu.

      Kalau kebijakan hukum kesehatan, fokus ke kebijakan. Seperti ada kuliah hukum, pembuatan undang2, pokoknya fokus ke kebijakan hukum. Nah ekokes kebijakan kesehatandilihat dari sisi ekonominya. Apakah sdh benar2 membawa kesejahteraan secara ekonomi?

      Kebetulan diriku baru selesai smt 1, kira2 baru segini yg bisa aku sampaikan. Hehehe. Kedua jurusan itu tapi masih dalam satu cabang rumpun yaitu Analisa Kebijakan Kesehatan. Begitu andien. Goodluck yah buat rencana S2 nya. Semoga lancar dan bisa jadi anak kuliahan lagi. Siap2 seru😆. Salam sehat (halah, ini gak banget yah) 😂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s