Ke Taman Safari Indonesia Kala Pandemi

Istana Panda Taman Safari Indonesia

Ketika pandemi ini berjalan memasuki 2 sampai 3 bulan, banyak mereka yang berangan-angan apa-apa yang akan mereka lakukan ketika pandemi ini berakhir. Eh kok makin ke sini si kurva pasien positif Covid-19 baru setiap harinya gak landai-landai. Mulai dari Pembatasan Sosial Berskala Besar, hingga kondisi proses transisi PSBB dan masuk ke era normal baru, kok ya tidak ada perubahan ini Covid masih betah di Indonesia.

Bahkan di negara asalnya saja, Covid-19 menurun setelah kurang lebih tiga bulan. Nah ini Indonesia, sudah mau 5 bulan dong, belum ada hilal sama sekali kapan hilangnya ini Covid.

Melihat keramaian di tengah masyarakat yang katanya sudah era normal baru, mall sudah dibuka, perkantoran sudah dibuka, pasar ramai kembali, sampai tempat makan, membuat kami yang di rumah aja ini agak-agak terpancing buat melihat dunia luar.

Meskipun saya sendiri ya tidak membenarkan juga sih. Dunia pariwisata pun mulai bergerak sedikit demi sedikit, hotel-hotel dan tempat wisata pun beberapa kembali dibuka dengan tentunya menerapkan protokol pencegahan penyebaran Covid-19.

Saya juga sudah ngantor, meski masih seminggu paling banyak 3 kali. Akhirnya bisa istirahat sejenak dari rutinitas dengan berdua saja dengan bayi di rumah. Hehehe. Lumayan butuh banget refreshing ibu nih…

Eh, lihat-lihat instagram, kok sudah ada yang posting foto-foto liburan yah. Meski awalnya gak kepengen sama sekali, pas baca lasan mereka dan pemilihan tempat liburan, kok saya jadi tergoda ya. Apa sih yang bikin saya tergoda? Liburannya di alam terbuka membuat anak bermain bebas sesuka mereka. Tempatnya yang luas sehingga masih bisa menjaga jarak dengan pengunjung lainnya.

Menjelang Idul Adha kemarin, di sepanjang jalan banyak hewan kurban dijajakan. Kami yang bolak balik Jatiasih Bintara pun kerap “menyapa” calo hewan kurban tersebut dari jendela mobil sekaligus memperkenalkan hewan ke Azzam. Apalagi di Bintara ada kandang sapi yang penghuninya lumayan banyak untuk diperjual belikan yang sering dikunjungi Azzam bersama sepupu-sepunya. Senang sekali anak-anak melihat sapi yang sedang makan, melenguh, ataupun sedang dimandikan pengurusnya.

Tiba-tiba kepikiran aja, mengajak Azzam jalan-jalan ke Taman Safari Indonesia di Cisarua Puncak. Benar-benar mendadak banget. Kalau gak salah Kamis baru saya utarakan ke Zaki, untuk kita berencana berangkat di hari Sabtu, tepat satu minggu sebelum Idul Adha lalu.

Sabtu pagi kami berangkat dari rumah jam 08:00 setelah sarapan bubur ayam di rumah, mampir ke rest area untuk ke toilet dan jajan cemilan. Wiii, kondisinya di sana ramai. Wong toilet saja antre lumayan. Begitu juga di minimarket, kasir yang ada 3 orang penuh semua oleh mereka yang berbelanja untuk perbekalan berwisata. Ya iya, ngapain belanja di situ kalau iseng dari rumah. Persis seperti sedang tidak ada pandemi di Indonesia.

Tiba di TSI pukul 10:00 alhamdulilah belum begitu antre dan macet. Ketika tiba di gerbang, kami diukur suhu dan mobil disemprot desinfektan. Karcis masuk dewasa hari libur 240 ribu rupiah, dan anak di bawah usia 5 tahun 210 ribu. Waktu itu kami tidak langsung masuk, karena Azzam masih lelap tertidur. Kami menunggu di parkiran sebelum masuk arena satwa hingga pukul 10:30.

Memasuki arena di mana satwa dibebaskan, memang agak lambat, maklum mobil di depan mungkin lagi memberi makan satwa, jadi agak antre. Oh iya, sebelum masuk ke TSI, di jalan banyak yang menjual wortel untuk pengunjung bisa memberi makan satwa. Tapi perhatikan ya, kalau ada tulisan larangan memberi makan sebaiknya dipatuhi. Kan serem kalau pas di kandang singa atau pas hewannya lagi gragas lapar banget bisa repot urusannya.

Azzam terlihat senang sekali, meski semua hewan berkaki empat dipanggilnya dengan Emooo (dari suara sapi) atau Embeeek (dari suara kambing). Seperti kerbau, zebra, banteng, ilama, semua dipanggil Emooo dan Embeeek. Ya berkali-kali juga Ibu sibuk menjelaskan nama aseli satwa tersebut. Berikut foto-foto kami ketika berputar melihat satwa yang dibiarkan bebas itu.

Kami pun parkir di area parkir B, menuju area Baby Zoo. Beberapa tahun lalu, area baby zoo tidak terlalu luas, isinya hanya singa, harimau, yang tentu saja masih baby. Eh tapi, sekarang sudah keren sekali, gak kalah sama yang di Jatim Park Malang dan ada taman burung yang mirip-mirip Bali Bird Park.

Ada gua buatan, air terjun buatan, kolam buatan, yang membuat suasananya terasa sejuk banget. Di luar juga ada area baby kanguru di mana si Azzam mau nyelonong masuk. Iya, kami pakai stroller, tapi semenjak bisa jalan, kalau dia pegal di stroller-nya ya dia pasti minta turun dan kami kewalahan menjaganya supaya tidak offside.

Keluar dari Baby Zoo, kami melipir ke mushola. Wah bersih lo musholanya, toiletnya juga. Pokoknya senang banget deh kemarin, gak ada bete-betenya. Hahahaha.

Usai menjalankan kewajiban, terus terang kami lapar. Azzam sih sudah makan sedikit di mobil. Secara dia ribut minta makan karena iri melihat satwanya dikasih makan. Wkwkwkwk.

Kami pun bergerak langsung menuju sasaran utama kami ke TSI, yaitu menengok panda, jadi kami harus ke area parkir D, bisa bawa mobil atau naik kereta. Dari situ antre naik mobil khusus ke Istana Panda yang letaknya memang lebih ke atas.

Agak antre sih buat ke bus-nya, tapi gak lama. Saya dan Zaki antre bergantian, sambil mengawasi Azzam yang tidak bisa diam. Kami memang gak bawa stroller pas ke Istana Panda, dan itu pilihan tepat. Hehehe

Memasuki area istana panda, aduh wow banget. Benar-benar di kaki gunung Gede Pangrango. Hawanya sejuk, angin semilir, benar-benar deh saya buka masker dan menghirup udara siang itu sebanyak-banyaknya. Wow bahagia sekali. Meski terengah-engah kejar-kejaran sama Azzam yang susah banget buat foto. Padahl itu spot foto buanyak banget. Meski kali ini fotonya selalu ada masker. Hehehehe. Tapi ya sudahlah ya… namanya bawa anak pokoknya teteap happy. Kelihatan banget dia senang lari-larian bebas meski di Istana panda lokasinya berbukit dan banyak anak tangga. Alhamdulillah sekali Itu alasan sebaiknya tidak usah bawa stroller. Hehehe.

Alhamdulillahnya lagi Azzam anaknya juga gak betean. Alhamdulillah gak kayak emaknya. Paling kalau disuruh stop jangan lari-larian, kita foto dulu baru deh dia bete.

Udara yang sejuk membuat kami memutuskan makan siang di area foodcourt-nya. Saya pesan soto betawi dengan nasi, Zaki nasi bebek hainam dan mie panda. Awalnya saya suapin Azzam dulu, takut-takut dia lapar lagi setelah lari-larian, eh ternyata malah nasi satu porsi habis dong. Waduh, untungnya ada mie panda. Semua rasanya enak, meski dalam wadah yang alakadarnya bisa terobati dengan rasanya yang setara dengan harga. Hahahaha. Iyah mahal. Per porsi untuk hidangan utama 50-70 ribu. Tapi ya sudahlah, kapan lagi makan dengan pemandangan pegunungan.

Susah Banget Diajak Foto

Setelah puas ke istana panda, kami pun bergegas meninggalkan TSI. Masuk mobil Azzam sepertinya lelah sekali, minta nen dan langsung tertidur. Padahal kami masih belum masuk banyak arena, ada arena koboi, bekantan, penguin, reptil, duh nyesel gak dari pagi. Puas lah tiket hampir 700 ribu.

Di perjalanan, kami memutuskan untuk staycation di hotel. Berhubung hotel di sekitar TSI penuh, kami memutuskan ke arah Cipanas. Staycation-nya akan dipost selanjutnya ya.

Pesan moral dari perjalanan ini: “setidaknya cari tahu dulu tempat tujuan kita, jangan bermodal pengalaman yang waktu ke TSI cuma keliling-keliling saja dan waktu itu merasa rugi karena harganya mahal.” Makanya kunjungi dulu website nya ya di tamansafari.com Hahahahhaa… yuk kesana lagi besok-besok dengan persiapan dan tujuan yang lebih matang. Mungkin Azzam 5 tahun lah ya…

One thought on “Ke Taman Safari Indonesia Kala Pandemi

  1. Pingback: Menikmati Rabbit Village Hotel Novus Giri Puncak dan Lari-larian di Kebun Raya Cibodas – ariniwahyu01

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s