Nostalgia Masakan Simbah, Mencicipi Sayur Mangut (kuliner khas Semarang)

Pagi itu kami tiba di Klenteng Sam Poo Kong jam 8:30. Bukannya bergegas masuk, tujuan kami adalah mencari warung makan. Iyah, berhubung hotel budget dan promo pula, kami tidak dapat sarapan. Kami mengganjal perut dengan salak dan jeruk hasil bawaan dari Hotel Jambuluwuk di Yogya kemarin. Hihihi. Gak masalah.

Di depan gerbang sebelah kanan Klenteng Sam Poo Kong banyak penjaja minuman dingin. Di belakangnya ternyata ada beberapa warung makan. Kami memilih warung yang waktu itu ada pengunjungnya. Saya melihat ada nasi pecel. Lumayanlah biar sehat meski lagi liburan. Setelah kami duduk, si Ibu warung menawarkan kami untuk mencoba sayur mangut khas Semarang yang baru saja matang. Warung makan yang sederhana berikut dapurnya dimana saya bisa melihat si Ibu sedang mengaduk-ngaduk sayur yang baru mendidih itu.

Warung Makan Bu Kelik
Warung Makan Bu Kelik
Ibu Kelik sedang Masak
Bu Kelik menghidangkan sayur yang baru saja matang

“Sayur mangut apa itu Bu?” tanya saya. “Ini mbak, sayur kuah santan, ada ikan manyung. Enak mbak, suegerrr, pedes.” Jawab si Ibu. Nah saya makin bingung. Apapula itu ikan manyung. Saya kembali bertanya, dan si Ibu menjelaskan, kalau Ikan Manyung itu ikan pari yang diasapi, lalu di sayur. Namanya sayur mangut. Apaaa??? Ikan pari? Pari yang lebar itu? Pari manta yang di laut lepas? Bayangan ikan pari menari-nari di otak saya. Saya menjawab dengan ragu. “Euhm… saya makan nasi pecel aja bu, tapi boleh gak diguyur kuah sayurnya dan ikannya sedikit saja. Pengen coba Bu.”

Sayur Mangut Ikan Pari
Sayur Mangut Ikan Pari

Yess. Akhirnya saya mencoba sayur mangut. Benar saja, sayur mangut berpadu dengan nasi pecel, hasilnya pedesnya dobel. Ditambah cuaca Semarang yang lumayan panas, membuat keringat saya bercucuran.

Sayur Mangut Kombinasi Pecel
Sayur mangut kombinasi pecel

Menikmati sayur mangut, mengingatkan saya akan masakan simbah di kampung. Masakan khas Jawa. Kalau simbah saya, masak ala sayur mangut dengan isi belut yang digoreng terlebih dahulu. Kuah santan yang tidak begitu kental, rasa gurih santan berpadu rempah dan potongan cabai rawit merah yang bikin melek karena pdesnya. Belum lagi aroma ikan yang diasapi. Itu khas makanan Jawa banget. Apalagi kalau dimasak menggunakan kayu bakar. Seperti masakan simbah saya dulu.

Saya jadi teringat simbah saya  yang sudah lama meninggal. Meski begitu, rasa masakannya masih melekat di indra pengecap saya. Luar biasa yah masakan simbah. Aduh saya jadi kangen mbah putri. Pagi itu saya makan dengan bahagia campur terharu.

Di warung makan sederhana itu, Bu Kelik tidak sendiri ada yang mebantu mencuci piring. Namanya Bu Mia (kalau gak salah, padahal sudah kenalan, tapi gak dicatet dan seperti ini selalu terulang. Maaf ya), beliau menawarkan kami mau minum apa. Cekatan Bu Mia menyiapkan pesanan minuman kami.

Zaki memilih hanya makan nasi pecel ditemani empat buah tahu bakso. Memang Zaki kurang suka masakan olehan ikan begitu. Hanya ikan tongkol balado warung Padang yang dia suka. Entahlah. Bumbu pecel nya enak, pedas manis.

Pecel dan Tahu Bakso
Ini menunya Zaki yang udah berantakan lupa di foto (pecel dan tahu bakso)

Selesai sarapan yang buat saya lumayan berat itu, saya masih penasaran melihat akan masak apalagi si Ibu. Si Ibu mau masak daun papaya ternyata. Si Ibu menjelaskan kalau siang nanti menu warungnya akan lebih bervariasi. Ada kerang, kikil, oseng daun papaya, dan masih banyak lagi. Total harga makanan yang harus kami bayar hanya dua puluh satu ribu rupiah. Nasi pecel enam ribu seporsi. Sayur mangut dengan ikan hanya tiga ribu. Tahu bakso sepotong seribu. Ya ampun, murah banget yah. Betah banget nih di Semarang kalau begini terus.

Sayur Mangut Warung Bu Kelik
Sajian Warung Ibu Kelik
Bu Kelik bergaya
Ibu Kelik gak mau kalah ikut bergaya

Sebelum meninggalkan warung saya minta izin untuk mengambil foto Bu Kelik dan Ibu yang bantu-bantu cuci piring dan melayani pembeli. Eh, mereka senang banget. Aduh saya jadi merasa punya hutang untuk memberi hasil jepretan saya ini ke beliau. Semoga saya diizinkan lagi ke Semarang ya bu, dan bisa mampir ke warung Ibu lagi.

 

Advertisements

Buku Kuning oh Buku Kuning… (Worktrip Arab Saudi part 1)

Setelah libur Lebaran kemarin, tiba-tiba seperti dapat durian runtuh (eh nggak juga sih, orang saya gak suka durian) pokoknya seperti ketiban rejeki gitu deh. Saya dapat tawaran untuk ikut Tim Penerimaan Obat Haji di Arab Saudi. Awalnya masih gak percaya dan apakah itu nyata. Tetapi bos saya cuma bilang, “Kamu berdoa saja, kalau memang rejeki, dan jalan kamu kesana ya kamu siapin aja yah.” Waduh agak kaget juga dong. Belom minta izin suami. Belom bikin paspor dinas yang memang saya belom punya (gak pernah dinas ke luar negeri soalnya, hehehe maklum masih apalah saya ini).

Akhirnya suami mengizinkan, dan saya mulai mengumpulkan persyaratan buat berangkat ke Arab. Pokoknya setiap tahapannya yang memang agak ribet itu dinikmati deh. Hehehe. Persyaratan administrasi pembuatan paspor dan visa alhamdulillah lancar-lancar saja. Lancar di sini maksudnya dari segi foto yang harus muka 80%, ciput gak kelihatan, seluruh bagian wajah harus jelas terlihat, wah pokoknya ada teman saya yang sampai ganti foto 2 atau 3 kali, tapi alhamdulillah saya tidak. jadi alhamdulillah deh.

Sebelum berangkat ke Arab Saudi, buat kami yang dinas ataupun ibadah, syaratnya sama. Harus suntik vaksin meningitis. Tujuannya ya untuk membentuk imun tubuh terhadap penyakit meningitis alias radang otak. Arab Saudi sebagai tempat ibadah umat muslim dari segala penjuru dunia, memang pernah menjadi daerah peneyebaran penyakit yang kebanyakan dibawa oleh pendatang dari negara-negara Afrika. Jadi untuk menghindari penyakit yang masih cukup agak mengkhawatirkan itu, ya semua yang kesana wajib di vaksin.

Berhubung perjalanan saya adalah perjalanan dinas yang dibiayai oleh negara, mudah saja saya mendapat vaksin meningitis ditambah vaksin influenza. Tinggal bawa surat tugas, kemudian bisa mengajukan permintaan vaksin tersebut ke bagian yang memang bertanggungjawab terhadap kesehatan haji di gedung sebelah. Vaksinnya ditangan, suntik aja langsung ke dokter klinik yang juga ada di kantor. Alhamdulillah sampai sini lancar.

Tahapan berikutnya, pencatatan saya sudah menerima vaksin, seharusnya dicatat di buku kecil warna kuning, yang namanya ICV (International Certificate for Vaccination or Prophylaxis) yang biasanya dikeluarkan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan atau Bandara. Berhubung saya belum punya, dokter hanya menuliskan di secarik kertas dan menempelkan label dari botol vaksin sebagai bukti, kalau saya sudah disuntik. N”Nanti buku kuningnya kamu minta di Bandara ya.” begitu pesan-pesan dari Bu Dokter yang juga mau berangkat ke ARab sebagai Petugas.

Pokoknya untuk ke Arab harus pake buku kuning, sebagai bentuk kepatuhan terhadap negara. Bisa-bisa saya gak boleh ke Arab kalau gak ada buku  kuning itu. Baiklah mari kita mencari buku kuning.

img_3730
Penampakan ICV alias Buku Kuning

Info dari teman, katanya saya cukup ke KKP Halim Perdanakusuma saja, yang jaraknya memang dekat dengan kantor. Baiklah, setelah menyesuaikan waktu yang pas, dan gak pake tanya-tanya mbah google, (soalnya yang kasih tahu udah sering ke Arab) pergilah saya ke Bandara Halim Perdanakusuma dan menanyakan letak KKP-nya. Eh si petugas menjawab : “Untuk hewan, tumbuhan, atau manusia mbak?” Saya bingung, oh KKP memang menangani hewan dan tumbuhan juga kan yang mungkin masuk atau perlu karantina. “Manusia Bu, vaksin, mau minta buku kuning.” jawab saya yang masih bingung.

“Oh, kalau untuk vaksin manusia gak di sini mbak. Sudah pindah di Jalan Jengki. Mbaknya keluar bandara ajah, terus naik angkot jurusan Cililitan bayar aja 3000. Bilang turun Jl. jengki. dari situ tinggal jalan kaki sudah dekat kok.” si Ibu menjelaskan.

Jadi keluar lagi lah saya dari bandara. Keluar bandara jalan pula. Itu gak seperti keluar rumah yah, tapi bener-bener keluar area bandara, yang jaraknya lumayan sekitar 1 km dan sukses bikin lumanyun. Gimana nggak. Siang-siang panas jalan kaki. Hiks. Sabar Rini sabar…

Tiba juga saya di KKP Halim yang dimaksud. Gedung baru ternyata dan mereka memang belum setahun menempati bangunan baru tersebut. Alhamdulillah sepi. Mungkin memang sudah mau masuk musim haji dan sudah tidak banyak yang umroh.

Masuklah saya, bertemu dengan mas-mas bagian pendaftaran. Polos banget saya bilang, saya mau mendapatkan buku kuning tapi saya sudah disuntik di kantor. Alhamdulillah waktu itu pas lagi pake seragam dan memang seragam kita sama. Bos kita masih sama soalnya. Tapi namanya aturan ya tetep harus ditaati dong. Si Mas-mas pendaftaran bilang. “Persayaratannya foto 4×6 1 lembar dan fotokopi paspor ya mbak.”

Glek saya menelan ludah. “Loh Mas, kata teman saya, saya cukup datang kesini minta buku kuning. Dia gak nyebutin harus bawa ini itu.” saya mulai panik. “Loh gak bisa mbak, persyaratannya begitu. Ya udah besok lagi aja mbak kesini.” si Mas-mas menjawab dengan santainya.

Apa-apaan, besok? Balik lagi? Gila apah, udah makan waktu dua jam dan saya harus pulang lagi terus besok kesini lagi? Aduh meski saya bukan pejabat, tapi bos-bos itu kan masih perlu saya di kantor. Belum lagi waktu keberangkatan yang semakin dekat, saya harus membereskan hutang-hutang pekerjaan saya kan.

“Coba mbak, cari di dompet, ada gak fotonya? Siapa tahu nyelip.” si Mas-mas pendaftaran menyemangati saya. “Duh Mas, saya kesini cuma bawa hape sama ongkos ajah, Dompet saja saya gak bawa Mas. Fotokopi paspor, paspor apa nih Mas? Paspor dinas saya yang memang buat berangkat masih belom jadi kan.” jawab saya.

“Ya kalau gak ada paspor dinas paspor hijau dulu juga gak apa-apa Mbak.” jawab Mas-nya lagi. Kalau masalah foto, saya bisalah lari ke studio foto terdekat terus balik lagi. Nah paspor. Fotokopinya gimana ini. Saya langsung menghubungi teman saya yang lagi urus paspor dinas saya. Jawabannya tidak membantu juga. Katanya, paspor dinas saya memang sudah jadi, tapi sudah keburu masuk ke Kedubes Arab Saudi untuk memproses visa. Nahloh. Tapi saya kemudian ingat sama paspor hijau saya, yang entah kenapa kemarin saya taruh di laci meja kantor, kalau-kalau butuh. Akhirnya saya menghubungi teman kantor dan minta difotoin ke hp saat itu juga. Oke, masalah foto paspor selesai.

Saya kemudian keluar mau foto dan cetak foto paspor. Eh tiba-tiba ditanya sama tukang parkir yang bisa disebut kayak premannya parkir di situ. Saya ditanya, apa mau ditolong. Biar dia yang pergi cetak foto dan saya cukup menunggu. Waduh apalagi nih. “Pak, Bapak gak nipu saya kan?” saya bertanya dengan nada yang memelas. Kemudian dia mengeluarkan handphone-nya, dan menunjukkan beberapa bukti bahwa memang dia ahlinya dalam urusan ini. “Mbak, saya tuh kenal sama semua dokter yang ada di sini. Apalagi si Mbak, seragamnya sama kayak mereka. Moso saya mau nipu-nipu.” jawab si Mas-mas. Ya saya oke saja deh akhirnya. Kalau dipikir ongkos ojek, dan mondar mandir ya worth it lah. Semoga memang jalannya.

Baiklah, kemudian saya di foto sama Mas-mas Parkiran tadi. Cekrek-cekrek. Pake diarahin kurang kanan-kiri layaknya foto di studio lagi. Padahal fotonya di tembok teras KKP. Hihihihihi. Seru deh. Akhirnya setelah menunggu sekitar 15-20 menit, Mas-mas parkiran datang dan membawa hasil foto saya dan cetakan paspor.

Senangnya saya, kembali ke meja pendaftaran dan menyerahkan persayaratan-persyaratan tersebut. Alhamdulillah. Diterima. Setelah itu saya disuruh masuk ke ruangan tempat pengambilan buku kuning. Gak lama, selesai deh. Bayar 25 ribu untuk bukunya, dan saya kasih 50 rb buat abang parkiran yang sudah membantu saya tadi.

Alhamdulillah banget deh. Selesai juga urusan saya di KKP. Balik ke kantor, saya memesan uber. Pas sudah duduk manis di dalam mobil, si sopir uber bertanya. “Mbak, sekarang tanggal 29 kan? Ganjil kan ya?” tanyanya. “Sekarang tanggal 3o Pak. genap.” jawab saya. “Ah moso si Mbak. Ini ganjil kok. Tanggal 29.” jawab si Bapak Sopir lagi ngeyel. Saya kemudian melirik jam tangan , kemudian hp buat memastikan kalau saya gak salah. “Tuh kan Pak, hari ini tanggal 30. Memangnya kenapa sih Pak?” tanya saya lagi.

“Nggak mbak, kan tujuannya ke Kuningan Rasuna Said yah? ini plat mobil saya ganjil Mbak. Tadi pas ambil orderan mbak-nya saya pikir sekarang tanggal 29. Berarti kita muter yah lewat Cassablanca biar gak kena operasi ganjil genap yang mulai diberlakukan itu lo Mbak.” jawab Bapak Sopir panjang lebar.

“Hah? Gitu ya Pak? Ya udah deh…” jawab saya sambil menghela nafas membayangkan kemacetan di depan Mall Kokas dan kemudian beristigfar. Hahahahahaha, pasrah lah jam berapa sampe kantor lagi ini mah. Pokoknya yang penting buku kuning ditangan lah. Wkwkwkkwkwkwk.

 

 

 

 

#BahagiaDiRumah versinya Rini

1.#BahagiaDiRumah itu ketika bangun di pagi hari dan meyadari kalau hari ini hari libur. Yeay… bukannya saya gak seneng ya kalau bekerja, tetapi, bangun di hari libur itu rasanya berbeda loh semangatnya. Entahlah, tapi memang begitulah kenyataannya. Mungkin kebosanan menjalankan rutinitas nine-to-five aja kali ya. Mungkin yang ibu rumah tangga atau yang bekerja di rumah ya kadang kan juga bosan dengan di rumah. Meski kami (saya dan suami) suka travelling, tapi kalau lagi gak jalan-jalan ya di rumah ajah itu surga bingits.

2. #BahagiaDiRumah akan berlanjut ketika kami, saya dan suami kemudian bersiap berolahraga pagi. Gak perlu jauh-jauh ke Gelora Bung Karno Senayan. Buat saya jauh, soalnya rumah saya di Jati Asih. Kami lebih suka main bulu tangkis di halaman rumah ataupun ber-zumba ria dengan instruktur dari chanel Youtube :).

img_1079
Sebelum olahraga, narsis dulu 🙂


3. #BahagiaDiRumah kemudian kami isi dengan mengerjakkan pekerjaan rumah, yang tentu saja tidak bisa kami kerjakan di hari kerja. Rumah kami tidak terlalu besar. Tetapi saya juga tidak sanggup kalau saya mengerjakan urusan rumah sendirian. Saya biasanya bertugas menyapu, memberihkan debu, dan segala rupa urusan di dapur termasuk memasak. Suami bagian mengepel lantai, mencuci pakaian, menyiram tanaman,  mencuci mobil dan membersihkan kamar mandi. Ihiy kerjasama yang ciamik bukan?

Halaman depan rumah yang dipegang seminggu sekali


4. #BahagiaDiRumah setelah rumah rapi akan semakin terasa. Rumah bersih, lantai enak dipijak, wangi, itu surga banget deh. Setelah itu kami akan bersantai dengan gegoleran di sofa ruang tamu sekaligus ruang makan, ruang keluarga, pokoknya semuanya kami lakukan di situ deh. Biasanya sih kalau lagi gak mood nge-blog atau baca buku, saya suka merapihkan koleksi  Tabloid Nova saya, seperti mengumpulkan file resep masakan yang kemudian saya kliping.
Cerita sedikit tentang Tabloid Nova ya, dalam rangka NOVAVERSARY.

Saya mengenal Nova sejak masih SD, dari Bude saya yang langganan. Mungkin hobi membaca saya yang membuat meski SD saya sudah suka membaca Nova. Paling suka dari dulu apalagi kalau bukan resep masakan, cerpen, dan dulu ada komiknya tuh. Ditambah informasi-informasi yang menambah wawasan saya. Sejak dulu juga saya sudah mengumpulkan koleksi resep masakan yang sekarang ada di rumah Ibu saya.

Koleksi Nova langganan di kantor

5. Tidur siang juga sebuah kemewahan untuk menambah #BahagiaDiRumah buat kami yang setiap harinya sibuk di kantor. Biasanya saya tidur siang setelah makan siang.  Bangun tidur siang biasanya kami makan lagi lalu nonton tv, sudah begitu saja sampai malam. Sekarang saya lagi suka fotografi, makanya kalau di rumah saya suka motret apa saja yang ada di rumah. Belajar sendiri ajah sambil lihat instagram mereka yang sudah mahir.

Belajar motret ala-ala selebgram


#BahagiaDiRumah semakin menjadi kalau suami memuji masakan yang saya masak hari itu. Pokoknya di rumah tempat kami me-recharge energi deh. Saat leyeh-leyeh di sofa kami menikmati yang namanya “the art of doing nothing”,  sambil ngobrolin hal-hal yang penting buat kami seperi ngomongin masa depan gitu deh (syahelah) sampai berita rencana pernikahan artis  #eh.

Living room yang merangkap ruangan macem-macem


Mungkin banyak yang melihat kami akan kekurangan bahagia karena belum ada momongan diantara kami. Tetapi anak itu pemberian Tuhan, dan bahagia itu adalah diciptakan. Bersyukur dengan yang apa yang ada disekitar kita. Menikmati apa yang kita miliki sekarang, lebih bahagia ketimbang meratapi apa yang belum kita miliki, tapi jangan lupa harus diimbangi usaha sungguh-sungguh dan berdoa. Semuanya sudah dilakukan, tinggal menunggu rencana terbaik Allah buat hambanya.

Menciptakan #BahagiaDiRumah adalah hal-hal sederhana yang menguatkan hubungan kami dan juga membuat kami lebih siap menghadapi hari (sok) sibuk satu minggu ke depan. Pokoknya gak usah ribet-ribet cari bahagia yang jauh-jauh. Bahagia selalu bisa diciptakan di manapun kita berada, apalagi di rumah yang memang seharusnya menjadi surga di dunia. Yuk ah ciptakan #BahagiaDiRumah.

Tulisan ini diikutsertakan dalam Blog Comperition “NOVAVERSARY”

 

200x200-novaversery

 

Nyonya Rumah

Berawal dari obrolan grup whatsApp, salah satu teman mengeluh, selam Ramadhan ini capek. Nyiapin sahur, puasa, kerja, nyiapin bukaan, tarawih. Terus dia bilang ginih, “Aduuuh kapan yah jadi nyonyah…” hahahahha… terus ada yang nimpalin gini : ” Udah kali, tinggal dinikmati ajah.”

Lalu terus gw berpikir, loh emang kita udah jadi nyonya yah, terus alhamdulillah udah di rumah punya sendiri meski cicilan masih 10 tahun lagi siyh. Hehehehhehe…

Tapi gw merasa gw sudah menjadi nyonya di rumah gw sendiri loh. Beneran. meski sore itu gw pulang kerja ambil nyiapin buat buka puasa, gw sambil nyuci, nyapu trus lanjut ngepel. Entahlah, tapi gw merasa bersyukur banget. Gw udah jadi nyonyah dong. Buktinya meski gw melakukan pekerjaan rumah gitu, tapi gw suka. Meski rumah beli jadi, tapi isi di dalamnya gw yang menentukan. Warna sofa, warna karpet, furniture nya juga. Gw yang design maunya gw gimana. Senengnya lagi itu semua dibeli pake duit suami bukan pake uit gw. Wkwkwkwkkwkwkwk…

Bersyukur banget deh pokoknya. Punya rumah yang sesuai keinginan, dan isi2nya gw juga yang nentuin. Itu sudah membuat aku menjadi nyonya rumah. Meski si Nyonya jadi capek ngebersihin itu rumah dan mengerjakan pekerjaan rumah lainnya.

Ketika malam, Di dalam kamar, posisi  di kasur :

Sebelum mata terpejam, tiba2 aja  meluk suamiku. Terus bilang gini deh : “Terimakasih suamiku, sudah menjadikan aku nyonya rumah di rumah ini”. Suami : “Kenapa kamuh?” bingung.  :))))

Entahlah

Mau sharing aja sih. TUlisan gw ini jg tidak bermaksud menghakimi sifat2 manusia loh. Iyah, mana gw tauk itu sifat aslinya atau bukan. Gw juga bisa salah sih dengan berprasangka dan sampai menuliskan ini. Tapi… apadaya, gw cuma manusia sih, yang gak tahan pengen curhat. Daripada gosip kanan kiri. Ya mending kutulis aja deh ya…

Awalnya ada berita yang gak mengenakkan. Orang tua salah satu teman di kantor meninggal dunia. Seperti lazimnya, untuk mengungkapkan rasa belasungkawa, temen gw nyuruh gw mintain uang takziah ke teman2 seruangan yang besarannya gak ditentukan alias seikhlasnya. Okedeh gw ngider dong.

Okey, gw bahkan gak ngeliat biar sama2 gak ada prasangka. Tapi kok ada yah, dasar gw kepo… yang pura2 keluarlah, terus ada yang ngasih tapih, kok gak nyangka sih. Dari tas nya yang ber merek, seringnya dia belanja ini itu… tapi.. kok. Ah sudahlah. Ini kan masalah infak, sedekah, urusan dia sama Allah. Ngapain juga gw pusing.

Tapi kok yah, manusia yah… euhm kok gitu yah. Ah kan lagi2 gitu… hahahahha…sudahlah sudah lega. Cuma pengen nulisin ajah sih, biar lega. Kalau gak semua orang yang dari luar gimana tapi gimana. Maksudnya meski dari luar barangnya keren, hobi belanja, tapih… kok ya pas dimintain uang takziah…

Tapi siapa tauk segitu dia ikhlas. Dibanding gw yang comel inih… hahahhaa….

Another Mellow :)))

Mereka tak mengerti bagaimana hidupmu, bagaimana kesulitanmu, apa saja yang sudah kamu lewati.

Yang mereka mengerti hanya menilaimu saja

Ketika mengeluh, orang-orang akan menilaimu dari keluhan.

Ketika memilih berusaha maka orang-orang akan menilai dari usahamu.

Beberapa bait yang gw baca dari situs pertemanan path, mengusik. Loh kok bisa pas bnaget yah dengan apa yang kurasakan. Sepertinya aku bukan tidak ingin berbagi cerita. Tetapi cerita yang hasilnya belum mencapai apa yang diharapkan akan menghasilkan keluhan. Manusiawi. Manusia itu tempatnya berkeluh kesah. Tetapi ingat juga loh, gak semua dari meka yang mendengakan keluhan kita berempati, kadang mereka tertawa dan bahkan bersikap sinis ataupun nyinyir. jadi ya.. lebih baik diam. toh usaha kan jalan terus.

Ramadhan, yippie… Ramadhan lagi, gak berasa yah… welcome Ramadhan. Selain persiapan logistik, juga mulai persiapan hati. Udah aja deh semelow-melownya dihadapan Allah. Yah moment ini gak lama kan. Cuma seulan. Waktunya banyak doa dan mengharap akan jawabannya. Yang jelas, semua yang digariskan Allah adalah yang terbaik buat umatnya. Tentu saja disertai usaha dong ya.

Emang nya gw yang sensitif atau apa yah. tapi ya sudahlah, rejeki toh gak akan tertukar kayak anak2 di kisah2 sinetron kan. Tinggal percaya ajah. Allah akan kasih yang terbaik diwaktu yang terbaik. Hambanya hanya meminta dan berdoa kan…

Ketika mereka yang kau anggap sahabat, tapi kenyataanya mereka yang paling akan membuatmu sakit. Tapi apakah mereka sadar mereka telah menyakitimu? Jadi jangan sensitif gitu dong ahhhh…. ahhahahhahahay…

Ketika dalam grup WA ada sahabat yang sangat mendambakan anak kedua bercerita panjang kali lebar. Yang mungkin tanpa dia sadari bikin dada ini sessak. Tapiiiihhh emangnya dia tauk kalo lo sedih? Benarkan, terus kalo lo cerita dan kemudian lo mengeluh lo akan dibilang tukang ngeluh. Kalo lo cerita sok tegar lo bakal dibilang kok bisa yah gitu. jadi ya sudahlah peduli amat pendapat orang2. Ini gw dan sepaket2nya. Terima sukur gak ya udah.

Jadi teruslah berusaha maka orang tidak akan pernah menannyakan prosesnya mereka akan melihat oh berhasil juga yah… hebat keren.

Jadi apakah orang yang senantiasa berusaha tetapi kemudian belum berhasil, apakah berarti hidupnya belum berarti apa2? nah!!! Pedulia amat deh kata orang. Yang terpenting adalah apa yang saya dan orang2 terdekat saya rasakan. Apakah saya bermanfaat buat orang2 terdekat saya? Kalo ya. That’s enough. Peduli apa kata orang diluar sana. Hidupmu punya kamu dan Allah sepenuhnya. Bukan milik kata orang2.

Belanja oh Belanja

Aduh bingung banget mo nulis apah, tapi minggu ini minggu mati gaya. Ntah ruangan di kantor gw sepi banget hari ini. Ada kegiatan juga sih seminggu dan bagusnya lagi gw gak diajak, alhamdulilah banget deh.

Jadi daripada bengong, gw nonton drama Korea udah, drama Taiwan udah, liat olshop udah, mantau twitter udah, bacain blog yg gw follow udah, dari terharu samapai ngakak, aghhh…. eru deh, makasih yah sudah menginspirasi para blogger favoritkuwh.

Gegara surfing di blog lah gw jadi pengen nulis lagi. Terakhir nulis pas misua ultah, bulan Maret awal. Banayk banget cerita sebenernya. Trus bulan2 dan minggu sibuk juga. Wah pokoknya bulan ini sibuk deh.

* Adiknya suami mo nikahan

Yup, adiknya suami mau nikah bulan Mei nanti yang sekarang tinggal hitungan hari. Jadilah para Ibu2 sibuk ngurusin ini ituh. Seragam, belanja ke Tanah Abang, Thamcit ntah berapa kali. Pusing. Dan yang paling keren minggu kemaren gw ke TA bareng kakak ipar gw dong, bawa anaknya pula yg masih 5 th.

Subhanaalah, amazing banget liat dia nawara barang. Pokoknya kekeuh banget. Kalo gak bisa ditawar, meski 5000 perak, gak jadi dibeli deh tuh. Hahahahah Pejuang belanja sejati deh. Beda banget sama gw yang udah mulai terkontaminasi adik cowoknya ituh alias suami gw. Kalo gw suka, tawar, dapet sukur gak dapet ya teteup gw beli… hahhahahha… Males ribut gituh orangnya.

Dan gw akhirnya mencari2 filosofi dari model belanja gini, yah kalo penjualnya seneng dapet untung, gw jg seneng dapet barang. Terus kalo kita ditipu ya berarti kita kurang amal, kelar dah. Tapi jeleknya jadi gak teliti pengennya cepet2 ajah. Tapi ya ituh… santai ajah, jadi gak capek. Emang suami gw keren banget dah urusan mengelola perasaan. Nyantai kek di pantai…

* Akhirnya menginjakan kaki di PIM… meski PIM 3

Minggu kemaren penegn ngemoll deh. Suami nanya mau kemana, trus gw bilang, gak mau ah kalo ke Bekasi, macet. Tapi berhubung meang ada yang mau dibeli, ya mol yg sesuai kantong emang yang di Bekesong yg ada gerai SUN nya itu loh. Tapi suami gw gak mau. MAles macet katanya. Ya udah, kita ke arah selaatn aja yuks, gampang lewat tol JORR. Akhirnya kita memutuskan ke PIM. Sebagai anak yg numpang lahir di Jakarta ye moso iyah gw belom menginjakkan kaki di yang namanya  PIM. hahahahhahaha.

Akhirlah kita ke PIM, karena ada tujuan, langsung hunting, suami gw nyari sepatu resmi n casual. Emang sepatunya dah jelek banget, jadi ya gak papah deh. Trus cari kemeja buat pake jas di nikahan adiknya besok, trus gw mo nyari clutch kondangan sama wedges buat dipake besok juga.

Akhirnya muter2lah di Sogo. Eh alah… kok sepi gini yah.. jadi krik2.. gerak dikit, mba2 or mas2 SPG segera menghampiri. Harganya gak nahan booo… Gak dapet, sebenernya harganya yg terlalu mehong sih, tapi model dan ukuran gw juga susah, yah…jadi mentok dah nyari sepatu casual ajah ke sport station, dan untungnya dapet dan senengnya gw juga berhasil nodong sebuah bra sport yg kuidam2kan. Hihihihihi. Oh iyah, kita juga beli dasi siyh. Lucunya kita dapet tuh dasi yang ready to wear, jadi gak ribet masangnya. Yeayyy… happy.

Berhubung banyak yg belu di dapet, sepakat lah kami mencari mol yg ada gerai SUN nya. Akhirnya ke Citos. Meski hujan sedang deras2nya mengguyur Jaksel, kita pantang meneyerah buat ke Citos. Gak dapet parkir di dalem, jadilah parkir di luar. Untungnya ada payung kantor suami yg gede kayak buat ngojek payung.

Langsung ke TKP tempat kemeja, pilah pilih ini itu. Yah tapi suami mah emang sugesti sama merek, jadi yah itu2 ajah yg dibeli, padahal yang lebih oke menurut gw banyak. Tapi yah kalo dah cinta sama merek gitu deh.

Eh yang pertama gw beli wedges sih, gw emang dah incer satu merek. Kaki gw tuh aneh. Ukurannya kecil, gak semua nomor terkecil bisa gw pake juga. Ada yang kegedean masih meski nomornya sama. Pilah pilih, model. Awalnya gw naksir selop hiam cantik. Tapi kata suami jangan begitu mulu dong, akhirnya gw beli wedges ajah lah. Lebih nyaman dipake juga soalnya. Fix beli deh. Dapet diskon pula.

Suami sholat, gw lanjut cari tas pesta. Suka ini gak senada sama wedges yg gw beli, eh liat2 yg model agak lebih besar dan mewah, akhirnya gw beli deh. Puasnya, satu tas bisa dijadiin tiga model bawa nya.Ayeee. Oh yah tas ke pesta gw jg dah jelek, ada kail 3 tahunan, dan kayaknya kali ini pengeluaran aku worth it dan emang butuh, bukan pengen. Jelas???

Iyh, agak gimana yah, kali ini yang belanjanya banyakan suami, biasanya gw, huhuhuhu. Maklum doi abis dapet bonus, jadi yah. Tapi yah suami gw itu biar uangnya agak berlebih, doi tetep sayang makenya buat beli yg mahal2. Padahal gw yang gak punya uang aja sering berpikir kalo kita gak papah sesekali menghadiahkan diri sendiri dengan barang2 bagus dan mahal. Yang penting barang itu dipake, butuh, dan pastinya everlasting. Hehehhehe…

Oh iyah… Lupa cerita, di PIm kita maksi juga di Fish n Co, akhirnya…nyobain. Maklum restoran ikan ini rame terus, dan gw males banget ngantri kalo urusan makan. Gw pesen Fish danish, suami pesen spagheti seafood, caesar salad, trus minumnya gw apayah mojito2 gituh, rasanya asemmmmm banget, suami pesen standar, es cappucino.

Ikannya enak, ikan dori di tepungin, kentangnya pake mashed potato gak mau kentang goreng, ada keju nya juga di ikannya, kentangnya pake saus krim yang enakkkk banget. Spagheti suami std lah, yang spesial yah isi seafoodnya ituh. Ada oisternya, rame enak. Caesar salad yah pokcoy sama roti aja gituh, std. DAripada gaka ada sayurnya kan ya booo hehehhe. For all, sepadan banget lah sama harganya yang lumayan bisa buat makan satu minggu ituh. Huhuhuhu… tapi happy.

Pernah ada yang bilang, kalo di PIM itu suka ketemu ertong, eh bener dong sebelah gw, Harvey Malaiholo n keluarganya. Ih akur deh seneng. Isterinya biar udah tua, cantik, seksi lagi. Anak2nya cowok 2 orang juga ganteng ih…. hahahahhahha… Oh ya, Itu ikan fish n co yg gede gak abis dong, ampe dibungkus trus buat makan malem. Hehehhe gak mo rugi yaks gw…

Itulah hari2 sibuk oh yah bersambung deh yah, mau cerita jalan2 ke Taman buah Mekarsari bareng Ibu, Uti n Zea. Dan sepertinya kali inih no photo yah… orang seputaran mol n belenjong ajah. See Yuu

Dearest my man…

20140418_110315

Assalamualaikum…

This day 31 years ago, a man who named given by his parents Ahmad Zaki Anshori was born. I knew his in my first office in 2005, he was not my partner in job but I just know that he was a very very fresh graduate from college so did I.

Six months that he was resign from our office to continued his studied and ok, we dont do contact anymore. Till the day we chat on sms. He is very talk active person like me. He told me about his big family and honestly I really interested with his big family. I adore his parents how manage their children nicely.

Than we become a chat friends since he resign from our office. In January 2006 we firstly dated hahahahhaha. Yeah it was my birthday n he gave me a piggy pillow n Bunga Citra Lestari album the tittle was Sany. Hahahahha. The funniest is Sany was a boy and he was my dream idol since I was in Junior High School. I dont understand why was you give me that album. Hahahaha… but thanks.

Since that moments we become closer n closer. He still studied n worked at the same time, so did I. I become a student in the morning n a worker in the night. The other way he become a worker in the morning and being a student in the night. Maybe we have so many similarity that makes our conversations so meaningful. Yes we are tired very much so we met rarely. Not once in a week, sometimes once in a month.

We have no much money so we just go to book fair just for seeing around, or Bogor botanical garden, movie theatre or dinner on the street. In Bogor he said that he want make a serious relationship on us. I just quite n didnt know what I have to say. U than I said, oke lets try. Hahahaha. Okey… lets try make a serious relationship. For sure it was first time for me. ^_^

In January 2010 he was purposed me, “ lets go married..” n than I just speeachless. But okey, on that year he was graduate for his bachelor degree and finally I passed for became an government official. I was shocked, at the time I have no much money, n my parents not a rich. Then he convinced me and my parents, that we didnt need a big party, just a sacred moment.

At the time he just got a new job n the salary was for a fresh graduate worker, than on 6th of June 2010 he became my truly soulmate that Allah gave to me. Since that we grow together become husband and wife. Thanks to Allah gave him to me. I grew in a fighter family meet him that grew in lovely n warm family. I was a temperamental and he came like being a fresh water that will splash on me. Hahahaahha…

He have a lot of stocks of patient that I have no. Hahahahha…

Until today, we still become a learner. Learning to become a great husband and wife, mother and father wannabe, loyal children for our parents, great uncle n aunty for our nieces n nephew, great big brother n sister for our lil sis n lil bro, great persons in our society n being loved by Allah swt.

Dearest husband, happy birthday, my man, my future daddy for my children, my best friend, my partner in crime, my big brother, my spiritual advicer, n sometime being my big baby boy too. I love u with all of my hearts n please… still being my partners for more a hundred years to go. Hopely Allah love you more, give your n our wishes immediately. Believe to Allah that we have still along journey go trough. Please keep holdingon my hands… n walking beside me till we old.

Please take care of your health, do sport regularly, try to wake up in the morning, eat healthy food, read a good book, n being care with others n dont forget to tahajud in the night. Do the conversation with Allah for all af your problems n dont forget to be grateful every second in your life. Yeah I feel grateful to have you. Feeling blessed being your wife… Love you more n more….

The one who always fallin in love day after day with you

Wahyu eka arini

^____^

Just a Joke

Mau cerita nih, berawal gw abis baca postingan temen di fb, dan kemudian gw pengen cerita ke suami gw. Oh iyah inih suasananya gw ma suami lagi leyeh2  di depan tv nonton berita pas pulang kerja kemarin sore. Berita yang lagi hot hari ini adalah perihal Pencalonan Kompol Budi Gunawan menjadi Kapolri yang baru menggantikan Kapolri yang akan pensiun Oktober mendatang, Sutarman. Pencalonan ini sempat menimbulkan pro kontra, bahkan dikalangan pendukung Jokowi sendiri. Gimana nggak, selain kabar burung yang beredar, akhirnya kemarin lusa KPK menetapkan Kompol BG sebagai tersangka kepemilikan rekening gendut. Dan Ini percakapan kita :

Gw : Mas, moso si Sutarman tuh, Kapolri moso gak mau dipanggil sama Jokowi.

Suami : Loh kok. Iyah tauk itu Kapolri yang sekarang kan.

Gw : Iyah, parah banget yah. waduh…

Suami : Iyah emang kenapa?

Gw : Iya, soalnya kata dia, namanya dia itu Sutarman. Bukan Jokowi. Jadi dia gak mau dipanggil Jokowi. Gituh.

Suami gw yg lagi baca koran, dengan spontan menimpukkan bantal penyangga leher yang ada disebelahnya. Bukk…

Gw : Huaaa…. KDRT nih, aku laporin ke Pak RT loh… sambil nimpuk balik. Tapi gak kena. Dan gw masih dendam….

Sekian cerita gw.. hehehhehhe…

Moral of the story : Perselisihan apapun itu yang terjadi di antara suami Istri. Yang benar pada akhirnya emang harus selalu Isteri. Hehehehe (tersenyum licik).

Hari Lagi Males Sedunia..

Hari ini tgl 31 Desember 2014. End of the year… tapi gw masih harus masuk kerja dongs… dan jadilah males2an banget. Gimana gak males, orang2 banyak yang cuti, jalanan dah sepi banget. Tapi arah ke Bandung macet, kan bikin iri. Orang2 pada sibuk liburan. Tapi sebagai Aparat negara yg bertanggungjawab ya kita harus tetep masuk dong.

Nah karena lagi bosenn, banget. Bukan karena gak ada kerjaan yah, tapi biar keren ajah blog gw inih. Gw nulis di end of the year hahahaha. Lagi bingung2 mau nulis tentang apa, eh kepikiran ajah gitu pas lihat sudut meja sebelah kanan pc di kantor. Perkakas yang biasa gw pake kalo dikantor.. nih…

Perintilan di ujung meja kerja
Perintilan di ujung meja kerja

Hihihi…nih dari kanan ke kiri yah…:

1. Balsem, mereknya geliga, udah dari zaman kuliah kayaknya tuh balsem jadi andelan gw banget. Menghilangkan segala pegal2 di otot, terutama leher kalo pas pegel kelamaan duduk  n lihat kompi. Apalagi pas gw pertama baru coba, itu rasanya panas banget dan serasa di pejetin deh. Agak lebay sih, tapi beneran loh. Dibanding yang bermerek dan modelnya cream gitu, balsem ini harganya juga lebih murah. Emang sih agak lengket dan baunya kayak nenek2,tapi ah bodo amat, yang penting pegel2 gw bisa ilang.

2. Hand Sanitizer. Kalo ini mah gw sering gonta ganti, tergantung pas lagi grocery shop ni tangan moodnya ngambil apa. Ini berguna banget kalo di kantor. secara abis pegang ini itu, tetiba ada yang bawain cemilan atau oleh2 gitu. Terus seperti biasa pikiran dibawah alam sadar main comont aja. Ya untuk menjaga ke higienisan kayaknya perlu deh. Terus daripada bolak balik ke kamar mandi buat cuci tangan kan, makan waktu.

3. Beauty Water. Beauty water ini air kangen dengan pH asam kisarannya 5-6. Katanya sih, bisa buat muka mulus, kinclong. Tapi gw ambil kegunaanya, kalo pas lagi ngantuk berat di kantor. Tinggal semprot ajah. Srot srot srot, langsung seger deh. Berasa cuci muka gitu. Lagian beli ini juga gara2 ada Ibu2y ang senior banget gitu ngomong gini : ” Rini kamu harus beli, orang aku aja yang udah tua beli. ” Begitu katanya. Harganya jg gak terlalu mahal sih. Cuma 35 rb. Tauk gak suami gw juga pengen moso. Pas gw semprot2, dia bilang gini : “Semprotin aku juga dong… Mbok ya aku dibeliin juga tho…” Gw : bengong… menatap nanar suami.

4. Wardah Eau De Toilete yang eternal.Minyak wangi, tapi jarang juga sih makenya. Menurut gw wanginya agak lebay dan lembut banget. Gw sendiri sukanya yang seger. Lah kenapa gw beli ya? Waktu itu kepikirannya harganya yang ekonomis, pas ada bazar di kantor, n pengen pake yang halal2 gitu deh. Jadinya awet banget tuh. abis kata adek gw baunya kayak emak2 pengajian gitu. HUHUHUHu…

5. Body Lotion, mini body lotion tepatnya. Boleh ngambil dari hotel JW Marriot Bangkok. Iyah pas liburan cuti kemarin (aduh belum sempet nulis nih) gw ma misua yang kebetulan lagi dapat jatah dinas ke Bangkok liburan kesana. Oh yah jangan bayangkan yah kita seminggu nginap di Marriot, gw cuma semalem kok, sebelumnya nginep di hotel yang budget banget. Udah ah ngelantur deh.Body lotion ini baunya enak, aromatic wood, ditangan juga cepet kering, manya, suami gw minta bawain ampe 3 loh… hihihi, kan nginepnya 3 malem. Gw pakenya jg dikit2, biar irit dan gak abis2. Hihihi. Abis kemarin muterin supermarket di Thailand nyari gak nemu ih. sama body lotion yg aromanya Aromatic wood. Kira2 bisa dibeli dimana yah???

6. Day Cream. Mereknya Biokos Derma Bright. Ini botol kedua yang gw beli. Sebenernya pas dipake sih biasa aja. Kayak mouisturizer2 gw sebelumnya. Tapi ini gw beli gegara, tidaak ada kandungan Methyl parabennya. Kan susah banget tuh. Ini tauknya juga dari temen sih. Apa sugesti gw juga, muka gw kayaknya kelihatan tambah bright gituh deh. Hehehehe… maaf memuji diri sendiri. Kalau buat gw ini peralatan make up gw yang harganya cukup lumanyun. Tapi worth it sih, bisa buat 2-3 bulan gitu. Daripada mahal2 ke dokter juga sih. mending beli ini. Sebenernya ada night cream n serumnya. Cuma harganya mahal… dan gw juga orangnya gak telaten make ini itu berasa keribetan.

Nah inilah hasil review pojok meja kanan gw yang kebetulan lagi males sedunia, jadi nyambi nge blog deh. Mumpung akhir tahun juga. Nanti mau nulis review 2014 kemarin juga ah… See yaaaa…