Menengok Masjid Jawa di Kampung Jawa, Bangkok

Ramadhan tiba… Hei… apa kabar Ramadhan tahun ini? Semoga lebih banyak emmbawa keberkahan ya. Marhaban ya Ramadhan. Biasanya di bulan Ramadhan, masjid-masjid lebih ramai dikunjungi dari bulan-bulan lainnya. Masjid menjadi tempat yang tidak pernah sepi. Dari menunaikan sholat wajib, sholat sunah, ataupun kegiatan lainnya seperti tadarus atau kajian-kajian. Untuk Ramadhan kali ini saya punya cerita tentang liburan di Bangkok kemarin dan mengunjungi Masjid Jawa.

Ceritanya suami mau tugas ke Bangkok di Minggu di mana adanya tanggal merah dan hari kejepit nasional. Suami pun bilang, “Saya mau ke Mesjid Jawa ah. Masa, berkali-kali ke Bangkok belum pernah sekalipun ke sana.” Akhirnya, kami punya tujuan baru di Bangkok selain Wat-wat tourisity nya. Yeay. Senang sekali rasaya mau ke Mesjid Jawa, yang terletak di Kampung Jawa.

Saya pun mengajukan surat izin cuti dua hari. Izin dua hari, saya bisa mengunjungi Thailand selama lima hari. That’s how I love my country. Banyak liburnya. Kali itu hari libur dalm rangka Waisak. Yeay. Rabu pagi-pagi saya naik penerbangan budget (karena bayar sendiri) menuju Don Mueang, Bangkok.

Tiba di Bangkok jam 11:00 di jemput suami , kami akan langsung menuju Mesjid Jawa yang terletak di daerah Sathorn, Bangkok. Loh gak ke hotel dulu? Gak bawa koper? Nggak dong. Perlengkapan saya sudah di bawa suami duluan. Jadinya saya cuma bawa tas poket dan ransel saja.

Dari Don Mueang naik Bus A2 ke Victory Monumen. Dari situ sambung dengan BTS ke arah Silom, turun di terminal Surasak. Keluar pintu, ambil ke arah kiri dan jalan terus sekitar 500 meter saja, ketemu deh Mesjid Jawa. Oh iya, jangan takut kesasar atau bingung. Penduduk di sana ramah. Apalagi melihat tampilan saya yang berhijab dan sepertinya mereka sudah tahu saya mau kemana. Jadi setiap bertemu, setelah menyapa dengan Assalamualaikum, mereka dengan bahasa Thai, menggunakan tangannya seolah berkata,  “Sana, masih kesana lagi, terus aja. Masjid, ya Masjid.” Begitulah kira-kira saya menerjemahkan bahasa yang mereka ingin sampaikan. Sangat membantu sekali. Terima kasih Bapak-bapak yag lagi nongkrong di pangkalan ojek. Hehehe.

Gang Menuju Masjid Jawa

Alhamdulillah, akhirnya ketemu juga. Tujuan pertama ya sholat Zuhur dijamak dengan Ashar. Waktu itu sudah lewat sedikit dari waktu sholat berjamaah, sehingga masjid sudah terlihat sepi. Masih ada siy, beberapa jemaah, tapi hanya jemaah laki-laki yang masih berbincang-bincang. Saya pun wudhu, dan memasuki masjid. Ketika saya masuk ada jemaah laki-laki yang berada di tempat sholat wanita. Dia sepertinya agak kaget, dan bergegas keluar lewat pintu belakang.

Saya sempat sedikit mengintip ruangan di balik pintu itu. Kok sepertinya ada banyak orang di dalam situ, berpakaian gamis putih, dan ada beberapa kasur berkelambu. Mereka ada yang membaca atau sekedar duduk-duduk. Sayang, pintu cepat sekali ditutup. Bruk, lenyaplah pemandangan, dan saya harus mengakhiri ke-kepoan saya.

Untuk interior masjid bagian dalam, saya tidak banyak mengambil gambar, soalnya ada beberapa jamaah, takut ditegur. Waktu itu sempat insta story sih di Instagram. Interior dalam tidak terlalu spesial. Kaligrafi di sekeliling dinding bagian atas Masjid dan karpet berwarna hijau. Seperti mushola di lingkungan perumahan di Indonesia biasanya. Sederhana. Ukuran Masjid juga tidak terlalu luas kurang lebih 500 meter. Meskipun bangunan utamanya tidak terlalu besar.

Ketika sudah keluar Mesjid, saya cerita ke Zaki dan menurutnya, masjid itu juga tempat singgah para muslim di Thailand atau negara lain seperti musafir. Mungkin memang ada tempat untuk menginap. Memang setiap hari Ahad ada kajian yang kadang ada orang asal Indonesia juga yang mengisi kajian. Barusan katanya juga ada orang dari konjen Indonesia yang mengatakan akan ada kerjasama Indonesia Thailand dalam mempelajari agam Islam. Wah… keren.

Benar saja, selesai sholat, Zaki sempat berbincang dengan jemaah ada yang dari Brunei ataupun Malaysia. Orang Indonesia sering berkunjung terutama kalau sholat Jumat. Ramai pendatang dari mana-mana. Kami juga sedikit foto-foto di muka masjid. Rencana kami selanjutnya ke Grand Palace. Kami pun balik menuju terminal BTS.

Pose di Depan Masjid Jawa
DI depan Masjid Jawa

Dalam perjalanan, kami membaca di sebuah perempatan jalan sebuah tembok keramik yang menceritakan sejarah Mesjid Jawa. Bermula di masa Raja King Rama IV, ada beberapa orang Jawa yang berdagang hingga ke Thailand. Mereka kemudian menetap di daerah Sathorn Utara ini. Selain berdagang, Raja juga meminta orang-orang Jawa di sana untuk bekerja di kebun-kebun istana seperti Grand Palace dan gedung-gedung pemerintahan lainnya. Hinga mereka menetap dan membangun keluarga di sana dan memutuskan untuk membangun masjid untuk mereka beribadah.

Tahun 1945, Hj Muh. Sholeh bin Hasan seorang pedagang Jawa mendonasikan tanahnya untuk dibangun masjid. Arsitektur masjid bergaya Semarang, Jawa Tengah. Hal itu terlihat dari atap bangunan yang berlapis seperti masjid-masjid di Jawa Tengah pada umumnya. Atas kerjasama orang-orang Jawa dan muslim sekitar, berdirilah masjid ini dan H. Muh Soleh bin Hasan menjadi imam masjid yang pertama. Masjid ini didaftarkan menjadi mesjid yang keempat di Thailand di Bulan November 1945.

Sejarah Masjid  Jawa

Euhm, meski ada Masjid Kampung Jawa dan dipercaya orang-orang yang tinggal di sini adalah keturunan Jawa, tapi jangan berharap mereka bisa berbahasa jawa apalagi Indonesia. Mereka semua sudah generasi keempat atau bahkan kelima. Hal itu ketika kami membeli sebotol air mineral di pinggir jalan dan mengajak ngobrol penjualnya. Cantik, sama seperti wanita Thailand pada umumnya. Berjilbab besar syar’i. Dia mengaku keturunan Jawa, tapi tidak bisa berbahasa Jawa.

Postingan selanjutnya, kami sempat bertemu dengan seorang Ibu warga setempat, yang bisa sedikit berbahasa Indonesia. Kami juga sempat berbincang-bincang di warung bakmi. Seru kan lihat postingan selanjutnya ya. 🙂

 

 

 

Advertisements

One thought on “Menengok Masjid Jawa di Kampung Jawa, Bangkok

  1. Pingback: Ibu Mariam, Muslimah Keturunan Jawa di Kampung Jawa, Bangkok, Thailand – ariniwahyu01

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s